Disdik Peringatkan SMPN 10 Palembang

Palembang, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan (Disdik) kota Palembang menindaklanjuti aksi pungutan liar di SMPN 10 dengan  memberikan surat peringatan. Pasalnya hal tersebut menjadikan dunia pendidikan tercemar, tidak hanya itu Ombudsman menegsakan jika kesalahan ini terulang kembali, pihak bersangkutan bisa saja terkena hukum pidana dan dapat di penjara.

Kabid SMP kota Palembang Herman Wijaya mengatakan, dirinya belum mengetahui banyak yang terjadi di SMPN 10 Palembang. Oleh sebab itu pihaknya akan segera meninjau ke SMPN 10. “Kami bakal meminta klarifikasi mereka terkait adanya pungli di sekolahnya, sebab kita menilai jika pun mereka mau meminta suang sumbangan mereka harus mengikuti aturan berlaku atau Peraturan Daerah (Perda),” ujarnya.

Saat ini, lanjut Herman, pihaknya hanya mengetahui lewat media cetak atau surat kabar mengenai informasi pungli di SMPN 10 Palembang. “Ya, tentu sebagai Kabid SMP, saya akan segera datang ke sana untuk meminta penjelasan Kepala Sekolah, jika pun memang mereka terbukti, kami juga akan memberikan sanksi Surat Peringatan (SP),” jelasnya.

Ketika disinggung sanksi yang akan diberikan kepada Kepsek SMPN 10, Herman mengungkapkan, sanksi pemecatan tentu harus sesuai standar yang berlaku. Apabila kesalahan ini sangat fatal dan sangat merugikan orang banyak, pastinya Disdik menyerahkan kepada pihak berwajib untuk mengusutnya. “Kita melihat ini kesalahan muncul adanya uang sumbangan sukarela yang nominalnya cukup besar. Sesuai aturan sumbangan sukarela sendiri tidak ditentukan berapa nominalnya,” tegas Herman.

Sementara itu, Plt Kepala Ombudsman Perwakilan Sumsel Astra Gunawan mengatakan, dalam aturan Ombudsman sendiri tidak bisa melakukan sanksi penahan seperti pihak berwajib, soalnya Ombudsman ini sebagai pihak tempat lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.

“Kita sendiri dapat mengajukan kasus-kasus seperti ini kepada pihak berwajib agar segera ditindak lanjuti. Jika mereka terbukti lagi atau melakukan kesalahan kembali bisa saja mereka dihukum penjara. Dalam laporan SMPN 10 Palembang memang termasuk kategori pungli, makanya untuk menghindari kategori pidana, kami pun langsung datang dan meminta mereka untuk mengembalikan uang siswa,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − seven =