Disdukcapil Rejang Lebong Beli Alat Cetak KTP-El

     Rejang Lebong, jurnalsumatra.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu segera membeli alat cetak kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el).
Kepala Disdukcapil Rejang Lebong Bakrim Hanafiah, di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan pengadaan alat cetak atau printer khusus KTP-el ini sudah dianggarkan dalam APBD 2018 dengan besaran anggaran mencapai Rp180 juta.
“Pembelian ini dilakukan untuk mempercepat proses pencetakan KTP-el, dengan anggaran untuk pembelian tiga unit printer dan pengadaan beberapa unit komputer lainnya itu sudah dianggarkan dalam APBD 2018 sebesar Rp180 juta,” katanya lagi.
Pengadaan alat cetak KTP-el yang baru tersebut, kata Bakrim, untuk mendukung printer yang ada saat ini sebanyak tiga unit, sehingga nantinya jumlah alat cetak ini akan menjadi enam unit dan diperkirakan akan bisa mempercepat pencetakan KTP-el di wilayah itu.
Dia berharap proses pencetakan KTP eletronik pada tahun depan bisa dilakukan dalam waktu cepat, bahkan jika memungkinkan prosesnya ditargetkan bisa selesai satu hari.

     Percepatan pencetakan KTP-el ini juga sesuai dengan instruksi Kemendagri yang meminta daerah mempercepat pencetakan KTP-el warga yang sudah melakukan perekaman data di wilayah masing-masing.
Percepatan pencetakan KTP-el itu, kata Bakrim, jika proses perekaman data diri warga sudah selesai dilaksanakan, kemudian telah divalidasi oleh pemerintah pusat di server KTP-el, maka pihaknya akan langsung mencetak KTP warga yang bersangkutan.
Sebelumnya, Disdukcapil Rejang Lebong menyebutkan jumlah warga daerah itu yang belum merekam data KTP elektronik mencapai 29.799 jiwa, tersebar dalam 156 desa dan kelurahan pada 15 kecamatan di Rejang Lebong.
Jumlah penduduk wajib KTP di Kabupaten Rejang Lebong saat ini tercatat sebanyak 198.266 jiwa, kemudian yang sudah melakukan perekaman mencapai 168.467 jiwa, sedangkan yang melakukan perekaman data sebanyak 29.799 jiwa.
Jumlah penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman data ini merupakan yang terbanyak di Provinsi Bengkulu yakni 15,03 persen.(anjas)

Leave a Reply