Dishub Surabaya Optimalkan Pengawasan CCTV Dua Titik

    Surabaya, jurnalsumatra.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mengoptimalkan pengawasan lalu lintas jalan raya melalui “Closed Circuit Television” (CCTV) secara langsung di dua titik, yakni di perempatan Jalan Dr Soetomo dan Kebun Binatang Surabaya (KBS).
“Kami lihat dua titik itu memang sangat strategis dan potensi terkait dengan lalu lintas tinggi,” kata Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Surabaya Gede Dwijaya Wardhana di Surabaya, Rabu.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tidak mengabaikan CCTV di lokasi lain yang saat ini belum terhubung secara langsung di Dishub Surabaya.
Menurut dia, belum terhubungnya semua CCTV secara langsung dikarenakan tidak tersedianya jaringan utilitas.
“Kalau semua itu tersedia, koneksitas pengiriman data secara langsung lebih cepat, sehingga kami bisa melakukan monitoring angka pelanggaran di jalan raya secara langsung,” ujarnya.
Hasil evalusi Dishub Surabaya menyebut penerapan e-tilang melalui CCTV di sejumlah titik di Kota Pahlawan cukup efektif mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

    “Walapun belum diterapkan dengan tilang sebenarnya, ternyata dari data yang ada tren kesadaran masyarakat meningkat. Angka pelanggaran terutama di lokasi yang ada CCTV masyarakat itu sudah mulai sadar dan paham,” katanya.
Ia mengatakan tidak perlu orang itu sadar berlalu lintas kalau ada polisi, melainkan ada atau tidak adanya polisi sebenarnya justru akan bermanfaat untuk kesealamatan mereka sendiri dan masyarakat lain.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan upaya menghubungkan semua CCTV yang terpasangan di sejumlah titik di Kota Surabaya secara bertahap.
Kabid Lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Robben Rico sebelumnya mengatakan berdasarkan data Dishub Surabaya sejak disosialisasikan awal September 2017, jumlah perlanggaran ada 447 perhari, namun setelah berjalan lima hari dari tanggal 1-5 September jumlah pelanggaran menurun menjadi 89 per dua belas jam.
“Mulai awal sosialisasi ada kisaran 427-447 pelanggaran dalam sehari. Ini trennya sudah mulai turun, dua belas jam kemarin cuma ada 89 jenis pelanggaran,” katanya.(anjas)

Leave a Reply