DISHUT KALSEL Jadikan Lembah Kahung Wisata Internasional

     Banjarbaru, jurnalsumatra.com – Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan siap menjadikan Lembah Kahung sebagai tempat tujuan wisata internasional yang menonjolkan konsep geopark atau taman bumi dengan keanekaragaman hayati.
“Lembah Kahung siap kami jadikan tujuan wisata Internasional karena kondisi alamnya yang sangat mendukung,” ujar Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurrufiq di Kota Banjarbaru, Kamis.
Dijelaskan, geopark yakni kawasan sebagai sebuah warisan alam (geologi) dan menjadi tempat kehidupan bagi keanekaragaman hayati baik jenis flora maupun fauna.
Bahkan, kadishut berani menyebutkan kawasan geopark Lembah Kahung seluas kurang lebih 500 hektare yang terletak di Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar mampu mengalahkan hutan Amazon.
“Lembah Kahung merupakan kawasan hutan hujan tropis yang memiliki banyak keanekaragaman hayati baik flora dan fauna. Keindahannya mampu melebihi hutan Amazon,” ucapnya mantap.
Ia mengatakan, kawasan yang masuk dalam Taman Hutan Rakyat Sultan Adam dengan jarak sekitar 35 kilometer dari Kota Martapura, ibukota Kabupaten Banjar siap menjadi ikon Kalsel.
“Flora dan fauna yang tumbuh serta berkembangbiak di kawasan Lembah Kahung sungguh kaya dan alami. Itu semua yang akan ditawarkan kepada wisatawan manca negara,” ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya mendapat informasi banyaknya wisatawan asing yang sudah mendatangi Lembah Kahung tetapi dengan cara diam-diam tanpa melaporkan secara resmi.
“Hal itu menandatang Lembah Kahung sudah menjadi tujuan wisatawan asing yang ingin menikmati keaslian hutan hujan tropis yang hanya ada di Pulau Kalimantan,” kata dia.
Dikatakan, sebagai wujud keseriusan Pemprov Kalsel menjadikan salah satu objek wisata baru itu, anggaran cukup besar sudah dialokasikan dalam APBD Kalsel tahun 2018.
“Kami sudah mengalokasikan anggaran di APBD Kalsel sebesar Rp700 juta baik untuk membiayai survey dan penelitian disamping menyiapkan sarana pendukung lainnya,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply