Diskominfo Ajak Warganet Tangkal “Hoax” Saat Pilkada

     Palangka Raya, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian Provinsi Kalimantan Tengah,  Herson B Aden mengajak warganet menangkal penyebaran berita bohong atau “hoax” serta ujaran kebencian terutama menjelang dan saat Pilkada.
“Pada 2018 nanti di Kalteng akan ada 11 daerah yang melaksanakan Pilkada. Biasanya ujaran kebencian dan ‘hoax’ cepat keluar. Ini menjadi tugas bersama dalam menangkal dan menyaring setiap informasi yang ada,” katanya di Palangka Raya, Rabu.
Guna mengantisipasi semakin maraknya penyebaran informasi bohong dan ujaran kebencian di media sosial, Diskominfo Kalteng telah bekerja sama dengan Polda Kalteng dan Polres Palangka Raya.
Pihaknya pun akan mendorong pemerintah kabupaten/kota di Kalteng untuk kerja sama dengan instansi terkait lain guna memaksimalkan upaya membendung penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian saat Pilkada.

     Pernyataan itu diungkapkan, Herson saat acara sosialisasi bertema ‘menggalakkan etika jurnalistik untuk para netizen’ yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya.
“Kami harapkan adanya penyamaan persepsi di 150 orang termasuk mahasiswa dan jurnalis peserta hari ini yang nantinya bisa menyebarkan virus anti ‘hoax’ dan anti ujaran kebencian guna mewujudkan Kalteng anti ‘hoax’ dan ujaran kebencian,” katanya.
Ketua PWI Kalteng, Sutransyah saat membuka acara mengatakan, warganet dalam memproduksi konten di media sosial harus memahami dan menerapkan etika jurnalistik.
Artinya, dengan menerapkan etika jurnalistik maka dapat menekan potensi penyebaran informasi yang tidak tepat.
“Kita semua adalah para ‘netizen’ sehingga juga harus menjadi editor dalam bermedia sosial agar konten yang disajikan tak mengandung ‘hoax’ dan ujaran kebencian,” kata Sutransyah.
Mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Freddy H Tulung mengatakan, melalui perkembangan zaman saat ini semua orang bisa menjadi penyebar informasi.
Ia memeinta seluruh warganet diminta bijak dalam memanfaatkan dan menggunakan perkembangan teknologi dan informasi.
“Dalam memanfaatkan kecanggihan dan perkembangan teknologi informasi ini kita juga harus menggunakan etika dan moral sehingga konten yang disajikan bernilai positif,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − 6 =