Diskominfo: Masyarakat Harus Cerdas Membagi Informasi Publik

Mataram, jurnalsumatra.com – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram Lalu Martawang mengajak masyarakat harus cerdas dalam menerima dan membagi informasi publik sehingga tidak merugikan baik secara individu maupun komunitas.
“Saat ini siapapun boleh melapor, karena itu bijaksanalah dan cerdaslah dalam menerima dan membagi informasi publik,” katanya kepada sejumlah wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan menanggapi semakin banyaknya berita-berita bohong atau “hoax” yang disebar oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, salah satu warga dari Kabupaten Lombok Timur sudah menjadi korban karena menyebar berita “hoax” tentang gempa bumi Lombok-Sumbawa yang meresahkan warga.
Martawang yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Kota Mataram mengatakan, Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), memiliki dua sisi yakni selain penguatan sebagai pengguna informasi publik, UU ITE juga bisa berdampak negatif manakala berita-berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Karena itu, kita harus cerdas dalam memilih berita dan kita harus cerdas dalam membangi informasi publik. Jangan asal membagi tanpa tahu kebenarannya,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, dengan sengaja membuat konten berita bohong yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas sehingga menjerat masyarakat dengan UU ITE.
Lebih jauh Martawang mengatakan, kasus berita bohong yang terjadi di Jakarta menjadi pembelajan yang sangat baik, dan pihaknya tidak ingin warga di kota ini terjebak dalam kondisi itu.
Kemudahan dalam mengakses informasi publik, jangan menyebabkan masyarakat terjebak dalam kondisi yang tidak diinginkan. Karenanya, masyarakat harus berada pada posisi yang tidak dirugikan baik secara individu maupun komunitas masyarakat.
“Kita harapkan, penyebaran informasi Lombok berupa informasi positif, bagaimana kita kuat dan tangguh dalam menghadapi musibah gempa bumi,” katanya.(anjas)

Leave a Reply