Dispar Persiapkan “Gawe Beleq” Festival Mataram

    Mataram, jurnalsumatra.com – Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, persiapkan kegiatan “gawe beleq” atau pesta besar Festival Mataram yang akan berlangsung 23-25 November 2017.
“Kegiatan Festival Mataram sekaligus menyemarakkan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama pada tanggal 22-25 November 2017,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib di Mataram, Selasa.
Latif yang ditemui seusai rapat persiapan Munas NU mengatakan, persiapan Festival Mataram saat ini sedang dalam tahap sosialisasi di tingkat kecamatan.
Alasannya, karena seni tradisi di Mataram, berakar dari enam kecamatan di Kota Mataram dengan berbagai kesenian, tradisi yang berbeda-beda serta ciri khas tersendiri.
Festival Mataram, lanjutnya, merupakan festival seni tradisi atau “begawe beleq” masyarakat Mataram yang bertujuan, untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal.
“Seluruh kesenian lokal ditampilkan secara atraktif dengan melibatkan pelajar, budayawan, serta segenap lapisan masyarakat,” ujarnya.

     Selain itu, dalam kegiatan Festival Mataram pagelaran juga diikuti sejumlah daerah di Indonesia yang bertujuan untuk mempersatuan budaya nusantara dalam balutan entitas budaya lokal.
“Hal itu pastinya menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus meningkatkan lama huninan di kota ini,” ujarnya.
Untuk Festival Mataram, katanya, pelaksanaanya tetap dengan empat rangkaian kegiatan, yakni parade seni dan budaya, festival kuliner, permainan rakyat, dan pagelaran seni budaya.
Dalam kegiatan parade seni dan budaya ini dilaksankan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan menonjolkan seni tradisi, dan budaya kabupaten/kota yang ikut serta, termasuk beberapa kabupaten/kota dari luar daerah bahkan dari luar negeri.
“Bedanya tahun ini kita lebih kepada nuansa religi, sesuai dengan moto Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya,” katanya.
Menyinggung tentang anggaran, alokasi anggaran untuk kegiatan Festival Mataram tahun ini sebesar Rp600 juta. Tapi berbeda dengan tahun sebelumnya yang dalam pelaksanaanya melibatkan pihak ketiga, tahun ini pelaksanaan Festival Mataram akan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami sengaja tidak menggunakan pihak ketiga, agar keterlibatan masyarakat lebih maksimal dan masyarakat bisa merasakan dampak dari Festival Mataram,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen − 9 =