Disperindag Bogor Melakukan Sosialisasi Jajanan Sehat

    Cibinong, Bogor, jurnalsumatra.com – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Bogor, Jawa Barat melakukan sosialisas terkait antisipasi jajanan anak yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan maupun tumbuh kembang penerus bangsa pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kadumangu 3, Kecamatan Babakan Madang.
“Ini sudah harus dilakukan sejak dini guna memberikan edukasi terhadapa anak yang dimana banyak makanan (jajanan) yang banyak mengandung zat kimia atau tidak layak jual,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Bogor, Dece Supriyadi di Cibinong, Senin.
Menurut dia edukasi itu juga menghadirkan orang tua murid sekolah agar dapat mengetahui tentang bahayanya zat kimia yang terkandung pada jajanan.
Pasalnya dengan adanya hal itu dapat mempengaruhi metabolisme, tumbuh, kembang anak. Selain itu juga bedampak pada kesehatan (fisik) maupun cara berpikir.
Dengan adanya sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembinaan keamanan pangan di sekolah berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
Oleh sebab itu, diperlukan langkah pengawasan yang independen dan terpisah dari fungsi pembinaan.
Langkah pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan pada saat anak berada di rumah (lingkungan masyarakat) tetapi juga saat jam istirahat sekolah.

Namun dalam upaya itu selain memberikan pengertian tentang jajanan harus ada solusi dimana keduanya (sekolahan dan orang tua murid) juga harus dapat memilah makanan yang layak.
Ia menambahkan pengawasan keamanan pangan pada jajanan anak sekolah harus mampu menjamin bahwa produk yang dihasilkan dan beredar dilingkungan sekolah telah memenuhi aspek keamanan pangan.
Itu dikarenakan ketika anak-anak mengkomsumsi pangan yang aman, ini merupakan kunci keberhasilan bersama guna menciptakan generasi penerus bangsa yang handal.
“Ini merupakan kegiatan rutinitas tahunan dimana pentingnya edukasi terkait jajanan berbahan kimia yang disukai oleh anak-anak jaman sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, staf pengajar departemen IKK FEMA IPB mengakui dengan adanya jajanan anak yang berbahan baku zat kimia, sudah meresahkan orang tua murid.
Hal itu terungkap dimana adanya makanan (jajanan) yang ada di pasaran telah memakan banyak korban. Salah satu contohnya beberapa minggu yang lalu tersirat kabar keracunan makanan di Kota Bekasi.
Dengan adanya hal tersebut tentunya orang tua murid maupun guru pengajar harus ekstra hati-hati. Ini dilakukan agar anak didiknya tidak terkena hal itu.
Selain itu, jajanan sehat merupakan yang mengandung gizi cukup seperti kalori, protein, dan vitamin.
Itu tidak harus mahal, justru jajanan tradisional seperti getuk, gemblong, kroket, klepon, pisang goreng, singkong, dan gado-gado justru lebih sehat dan bergizi.
“Yang paling penting, makanan yang dijual tidak mengandung zat yang berbahaya dan tentunya dapat menyebabkan penurunan kualitas anak,” jelasnya.(anjas)

Leave a Reply