DISTANBUN Lebak Minta Petani Terapkan Jajar Legowo

     Lebak, jurnalsumatra.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta petani menerapkan tanam jajar legowo atau padi jajar untuk mendongkrak produksi dan produktivitas pangan.
“Penerapan jajar legowo merupakan teknik budi daya yang harus diterapkan petani karena sangat menguntungkan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Rabu.
Penanaman jajar legowo, kata dia, memiliki keunggulan, selain perawatan dan pemeliharaan tanaman padi begitu mudah juga mengirit biaya produksi.
Selain itu juga menghasilkan produksi dan produktivitas tinggi, yakni antara 6,5 sampai 8,5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.
Penerapan tanam jajar legowo itu, katanya, tentu menguntungkan usaha pertanian, khususnya padi pangan.
“Kami mengintruksikan kepada petugas penyuluh lapang (PPL) agar petani menerapkan pola tanam jajar legowo untuk mendukung swasembada pangan,” katanya menjelaskan.
Ia juga mengatakan, pihaknya terus bekerja keras untuk menargetkan petani Kabupaten Lebak menerapkan pola jajar legowo sekitar 100 persen.
Saat ini, diperkirakan petani sudah mencapai 60 persen dari 47.000 hektare lahan persawahan sudah menerapkan jajar legowo.
Mereka petani yang menerapkan teknik budi daya jajar legowo karena mereka mengikuti Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) juga bimbingan teknis (bintek).
“Kami yakin sekolah lapang itu tentu dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam bercocoktanam sehingga meninggal kebiasaan pola tanam lama,” katanya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Suka Bunga Desa Tambak Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan sekitar 100 persen petani di sini sudah menerapkan tanam jajar legowo jika setiap memasuki musim tanam padi.
Pengembangaan teknologi legowo, selain produksinya meningkat juga tahan hama. Apalagi, petani di sini menggunakan benih veriatas unggul dan tahan hama, seperti inpari 1 dan 6 serta Ciherang karna mutunya bagus.
Ia menyarakan awalnya petani di sini masih menggunakan penanaman pola lama karna mereka tidak menggunakan sistem penanaman yang dikembangkan pemerintah melalui Distanbun setempat.
Akan tetapi, ketika program pengembangan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dikenalkan beberapa tahun lalu,akhinya petani menerima teknologi budi daya penerapan teknik budi daya jajar legowo.
“Kami mengapresiasi pengetahuan petani meningkat karena  petani sudah menerapkan tanam jajar legowo itu,” ujarnya menjelaskan.
Ia menyebutkan, pola jajar tanam legowo ada yang menggunakan 2:1 , semua tanaman seolah olah berada pada barisan pinggir pematang ada juga pola 4:1, separuh tanaman berada pada bagian pinggir.
Keuntungan jajar legowo itu, lanjut dia, sangat memudahkan pemeliharaan tanaman juga meningkatkan produktivitas padi sampai 12-22 persen.
“Penerapan jajar legowo ini tentu bisa meningkatkan produktivitas padi di Lebak,” katanya.(anjas)

Leave a Reply