DKP Sampaikan Kegiatan Art Normal Kepada Wawako

Palembang, jurnalsumatra.com – Dalam memperkenalkan program-program kerja yang akan dilakukan dalam waktu dekat, Dewan Kesenian Palembang (DKP) sampaikan beberapa hal kepada Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda melalui Audiensi langsung di Ruang Kerja Wakil Walikota di Sekretariat Daerah (Setda) kota Palembang, Senin (10/8/2020).

Ketua DKP, Iqbal Rudianto menyampaikan, bahwa beberapa hal telah tersampaikan, salah satunya seperti kegiatan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu kegiatan Art Normal.

“Dan kami juga tadi menyampaikan harapan teman-teman seperjuangan tentang permasalahan sekretariatan dan lain sebagainya, termasuk juga tentang kegiatan kita yang dalam waktu dekat akan kita laksanakan. Alhamdilillah tadi sudah disampaikan juga bahwa akan ditindaklanjuti oleh ibu Fitri,” kata Iqbal.

Sementara itu, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda nampak menyambut baik atas kedatangan DKP serta apa yang telah disampaikan, seperti beberapa program yang akan direncanakan oleh DKP dalam waktu dekat.

“Tetapi memang rencana-rencana ini harus disesuaikan juga dengan kondisi yang ada, karena mengingat kita saat ini sedang bencana Covid-19. Jadi mereka harus bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” ungkap Fitri.

Ia juga berharap kepada DKP untuk dapat terus bekerja keras dalam membangun kesenian di kota Palembang yang memang diharapkan, kesenian di kota Palembang kedepan dapat terus terangkat meskipun berbagai halangan kerap kali dirasakan oleh. 

“Mereka juga dalam waktu dekan akan ada kegiatan Art Normal, namun satu pesan saya yaitu sesuaikanlah dengan kondisi yang ada. Namun saya juga mengajak DKP untuk terus bekerja keras, jangan sampai semangatnya kendur,” tuturnya.

Dijelaskan Fitri, terkait keluhan DKP tentang pengadaan Sekretariat yang saat ini sangat diharapkan oleh seluruh pengurus DKP, kedepan pihaknya juga akan segera berkoordinasi bersama OPD terkait.

“Mengenai masalah aset di Pemerintah kota Palembang, kita berencana nanti mereka ingin kita tempatkan di Museum SMB II di gedung bawah. Karena saya lihat di gedung bawah itu kurang sekali ada aktivitas dan cukup terbengkalai,” ucapnya.(rlls)