DPR Lahat Panggil PT SAI

LAHAT , jurnalsumatra.com –  Keluhan soal retribusi parkir kendaraan baik roda dua maupun empat terus menyeruak, lantaran, tarif biaya parkir dinilai bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Lahat.

Terbukti, belum lama ini adanya laporan dari salah satu keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, yang mengeluhkan mahalnya tarif parkir.

Dikarenakan banyak keluarga pasien RSUD Lahat yang menggeluhkan harga parkir belakangan ini, membuat Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, angkat bicara dan langsung memanggil pihak bersangkutan serta PT Smart Akses Information (PT SAI), sebagai pengelola jasa parkir.

Perwakilan PT Smart Akses Information (PT SAI), Adit mengatakan, tarif parkir yang telah ditetapkan tersebut, semuanya sudah sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No 41/2017, tentang tarif pelayanan kesehatan RSUD Lahat yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) secara penuh.

“Untuk roda dua dikenakan Rp 2.000 dan roda empat Rp 3.000 sekali parkir. Apabila kendaraan menginap di RSUD, maka, roda dua Rp 10.000 serta roda empat Rp 20.000,”ujarnya saat menegaskan usai pertemuan dengan Komisi IV DPRD Lahat, Senin (5/11/2018), kemarin.

Adit menggelak, serta mengaku kebanyakan dari pemilik kendaraan tidak melaporkan kepada petugas pos parkir, ketika mereka membayar parkir dikenakan bayaran cukup mahal. Untuk kendaraan yang keluar masuk RSUD Lahat maka pemilik kendaraan wajib melaporkan, sehingga ketika keluar dan membayar sudah mengetahui akan keluar masuk RSUD, asalkan Nopolnya sama.

“Jika untuk keluarga pasien yang rawat inap dan sering keluar masuk maka harus melapor agar mendapat keringankan dalam membayar tarif parkir karena jika tidak maka petugas akan kebingungan daj menetapka tarif seauai aturan,” kilahnya.

Direktur RSUD Lahat, dr Hj Laela Cholik MKes menyampaikan, hal ini terjadi adanya misscomunication (Mis komunikasi, red), dibawa tarif parkir yang ada sudah sesuai Perbup dan jelas pengumumannya dipasang.

“Oleh sebab itu, pemilik kendaraan harus melapor ke petugas, supaya mereka mencatat Nopol dan tidak akan dikenakan double pembayaran,” tukasnya.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Gaharu SE MM mengemukakan, setelah mengelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak RSUD dan PT SAI, terjawab sudah dimana letak pokok permasalahannya. Karenanya, Komisi IV DPRD Lahat menghimbau, kepada keluarga pasien yang memiliki kendaraan akan menginap, terlebih dahulu melaporkannya, sehingga tidak dikenakan biaya mahal.

“Roda dua Rp 2.000, roda empat Rp 3.000 sekali parkir, apabila menginap roda dua Rp 10.000 dan roda empat Rp 20.000. Nah, dasarnya pihak ketiga menarik biaya parkir sebesar itu, masih akan terus ditanyakan. Intinya, DPRD Lahat akan siap menjadi penengah dan menyelesaikan keluhan masyarakat yang ada selama ini, ” janji Gaharu. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 20 =