DPRD Desak Pelaksana Jalan Segera Perbaiki Jembatan Musi II

Palembang, jurnalsumatra.com – Pasca adanya keretakan tiga buah kontruksi penyanggah jembatan Musi II yang terletak di jalan Mayjen Singadekane Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang, Jembatan Musi II di tutup sementara selama 14 hari.

DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)

Anggota Komisi IV DPRD Sumsel David Hadrianto Aljufri mengatakan, belum tahu penyebab keretakan Jembatan Musi II tersebut.

“ Khan kemarin pernah ada kejadian sekali di Jembatan Musi II lalu ada perbaikan, ini ada lagi, kita belum tahu kasusnya apa, apakah memang ada as jembatan yang turun atau bergeser, kalau kemarin ada pencurian baut , kita lihat dulu, kita tinggal tindaklanjut dari balai besar, “ katanya Jum’at (20/3/2020).

Di pastikan perbaikan Jembatan Musi II adalah tanggungjawab dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang.

“ Komisi IV mendesak Balai Besar untuk segera memperbaiki Jembatan Musi II dan berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel, hari ini kita mengontak Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang untuk mengambil tindakkan secepatnya, karena sifatnya sangat prinsip, karena beban jembatan yang satunya juga jadi masalah juga kalau satu  jembatan digunakan,” katanya.

Politisi partai Golkar melihat selama ini beban tonase yang melewati Jembatan Musi II sangat besar dan berat.

Hal senada dikemukakan anggota Komisi IV DPRD Sumsel Hasbi Asidiki menambahkan kalau Komisi IV DPRD Sumsel secepatnya akan melakukan pengecekan kondisi Jembatan Musi II.

“ Kemarin pas kejadian macet disana, kita akan koordinasikan dengan balai jalan dan itu biasanya menggunakan APBN karena ada anggaran pemeliharaan jembatan, itu akan koordinasikan dengan Balai,” katanya.

Apalagi politisi Partai Golkar ini melihat lalu lintas jembatan Musi II sangat padat sehingga pihaknya meminta pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang melakukan pengecekan dan pemeliharaan Jembatan Musi II.

“ Ini kita lihat anggaran mereka, tapi biasanya memang di satu anggaran itu pasti ada pemeliharaan baik pemeliharaan jalan dan jembatan, kita akan mempertanyakan dengan pihak Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang, karena kemarin memang cukup meresahkan masyarakat dalam kondisi Jembatan Musi II sangat vital yang melintasi Sungai Musi, macet panjang khan kemarin,” katanya.

Sedangkan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Palembang, Kgs Syaiful Anwar mengatakan, penutupan Jembatan Musi II itu untuk mengambil langkah tegas dikarenakan ditemukan sebanyak 3 buah baut di gelagar memanjang (stringer) yang lepas akibat usia jembatan yang terlalu tua.

“Untuk menghindari kejadian yang tidak di inginkan akibat korosi jembatan, selain menutup jembatan, kita terus berkoordinasi dengan direktorat jembatan, Ditjen bina marga, satlantas Palembang, Polsek setempat dan PU bina marga selama masa pengamanan,” katanya, Jum’at (20/3/2020).

Namun, untuk penanganan perbaikan antara Gelagar melintang satu dengan gelagar lainnya, ia menuturkan, lantai jembatan harus dibuka setiap 1 segmen sepanjang 5 meter, yang kemudian di pasang kembali.

“Untuk perbaikannya, Balai Besar Pelaksana jalan nasional V Palembang akan memakai dana berkala untuk melaksankan pengawasan dan perbaikan di masing-masing jembatan yang berada di ruas jalan Nasional ini,” tuturnya.

Lebih lanjut Syaiful mengungkapkan, jembatan yang dibangun pada tahun 1992 dengan sisitem rangka dan sistem lantai menggunakan Plat Duiker tersebut memiliki panjang 535,9 meter, lebar 9 meter dengan rentang 100 meter, yang menghubungkan sisi hilir menuju ke hulu kota Palembang.

“Perbaikan jembatan Musi II ini diperkirakan selesai 14 hari kerja, dengan pola dibagi 3 shift. Ini sebagai upaya untuk mempercepat pekerjaan agar segera bisa di lintasi kembali,” ungkapnya.

Selama jembatan Musi II ditutup, pihaknya telah berkoordinasi dengan satuan lalu lintas mengalihkan arus alternatif jalan.

“Untuk kendaraan pribadi. Rutenya dari jalan Soekarno Hatta dialihkan ke Jalan Prameswara, rute dari jalan Srijaya Negara di alihkan ke Kertapati. Dan untuk kendaraan bermuatan dengan kapasitas besar, bisa melalui diikat Jembatan Musi II Palembang,” terangnya.

“Untuk informasi pengalihan arus telah kita pasang rambu-rambu di Simpang Bandara SMB II, Fly Over Tanjung Api-api, Simpang Alang-alang Lebar dan Simpang Parameswara,”  katanya.(udy)