DPRD Maluku Koordinasikan Kapal Perintis Untuk Mudik Lebaran

Ambon, jurnalsumatra.com –  Komisi C DPRD Maluku telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan kapal-kapal perintis yang melayari berbagai rute di daerah untuk persiapan mudik Lebaran 1440 Hijriah.

  “Mengenai mudik Lebaran, itu sudah menjadi agenda tahunan dan tidak bisa dilakukan perubahan, dan soal angkutannya masih dikoordinasikan dengan instansi terkait,” kata Ketua Komisi C DPRD setempat Anos Yermias di Ambon, Rabu (8/5).

  Kebetulan sekarang ini cuaca masih cukup ekstrim sehingga diminta berkoordinasi dengan operator kapal-kapal perintis, demikian juga dengan BMKG untuk memantau cuaca guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat perubahan cuaca yang tidak menentu.

  Menurut dia, kapal-kapal perintis yang beroperasi di Maluku sekarang ini terdiri dari Sabuk Nusantara (Sanuns) 71, Sanuns 72, Sanus 103 dan 104, 107, 106 jadi totalnya ada sekitar enam kapal.

  Kemudian masih ada kapal yang belum bisa beroperasi seperti Sanus 87 yang mengalami patah kemudi sejak beberapa waktu lalu dan kita minta agar mitra segera berkoordinasi.

  “Kita sudah koordinasikan dan nantinya KM Sanus 87 akan doking di dok terdekat, yaitu Pasifik di Hative Besar,” ujarnya.

  Selain itu juga masih ada kapal yang belum bisa beroperasi akibat persyaratan administrasinya belum selesai sehingga komisi mengundang KSOP dan instansi terkait untuk membahasnya.

  “Dalam rapat juga sudah disampaikan keluhan masyarakat Kecamatan Teon, Nila, Serua di Pulau Seram namun mereka akan kembali ke pulau-pulau mereka di Laut Banda untuk melakukan panen hasil hutan namun kesulitan tidak ada angkutan laut,” jelas Anos.

  Ia berharap kepada dinas perhubungan untuk dapat memperhatikan aspirasi rakyat yang disampaikan melalui anggota legislatifnya.

  Untuk masalah tol laut, masalahnya sekarang memang jalan tetapi di beberapa titik itu agak terhenti kegiatan distribusinya seperti yang ke Kabupaten Maluku Barat Daya, kapal tol laut terhenti di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar sambil menunggu kapal pengangkut lain ke MBD.

  “Jadi kita berharap jangan sampai kapal pengangkut terlambat datang lalu masyarakat MBD dibuat khawatir dengan ancaman kelangkaan barang kebutuhan pokok,” kata Anos.

  Kalau stok untuk Bulan Ramadhan memadai, tetapi untuk harga komoditi bawang terjadi fluktuatif dan kami mendorong Disperindag untuk memberdayakan masyarakat.(anjas)