DPRD Minta Kapolda Tindak Tegas Pelaku Penyerangan Polisi


Palembang, jurnalsumatra.com – Sekelompok orang melakukan penyerangan  terhadap empat orang anggota Polisi yang mengakibatkan empat polisi di Polsek Ulu Musi, Empat Lawang, yang mengakibatkan para polisi ini  terluka. Pihak DPRD Sumsel mendesak Kapolda Sumsel menindak para pelaku penyerangan tersebut.

“Itu  memang harus tindakan tegas, dari pihak kepolisian  harus melakukan rutin kepada seluruh masyarakat pedesaan  berkerjasama dengan pemerintah pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten untuk mencari sumber dimana mereka dapat senjata itu,” kata anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB ketika ditemui di DPRD Sumsel, Kamis (1/8/2019)

Selain itu  polisi harus mencari siapa pembuat senjata tersebut dan beli di mana, semuanya harus terungkap.

“ Jangan kalah dengan masyarakat, aneh masyarakat lebih berkuasa dari institusi negara, itu jadi  masalah,” katanya.

Selain itu kualitas dan kuantitas aparat kepolisian Empat Lawang menurut politisi Partai Nasdem ini harus ditingkatkan.

“ Harus ada kerjasama polisi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dalam rangka membangun keamanan bersama dan disini juga peran bupati Empat Lawang harus kuat dalam rangka membangun masyarakat Empat Lawang, “ katanya.

        Sedangkan Kabid Humas Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kombes Pol Supriadi menjelaskan, peristiwa ini berawal dari laporan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) kepada Polsek Ulu Musi, pada Selasa, 30 Juli 2019.

Kemudian pada Rabu, 31 Juli 2019, Polisi akhirnya melakukan pencarian bersama LSM yang melapor. Dalam mencari pelaku, ada empat petugas yang turun langsung dipimpin Kanit Reskrim Polsek Ulu Musi Ipda Arsan Fajri, bersama tiga anggota lainnya, Aipda Darmawan, Bripka Suwardi dan Briptu Ilham.

Bersama dengan pelapor, empat petugas berupaya mencari pelaku sekitar pukul 16.30. Tujuan awalnya yaitu Desa Tanjung Raman, Ulu Musi, tempat yang diperkirakan pelaku berada.

“ Sesampai disana, tersangka ternyata tidak ditemukan. Anggota selanjutnya mendapat informasi tersangka ini ada di salah satu Kuwari. Pada saat anggota menuju ke lokasi, tiba di sebuah jembatan Desa Air deras, Tanjung Raman, LSM lalu melihat salah satu tersangka,” katanya, Kamis (1/8).

Setelah itu, dikatakan Supriadi petugas langsung menghampiri, dan ternyata yang bersangkutan bersama dengan tujuh rekan lainnya. Jadi ada sebanyak delapan orang. Saat petugas menanyakan kepada salah satu tersangka bernama Erwin. Petugas langsung diserang,” katanya.

Dari penyerangan itu, dua anggota kepolisian terluka, yaitu Ipda Arsan yang mengalami luka tusuk dibagian perut dan tangan, serta Aipda Darmawan dengan luka dibagian tangan.

Melihat kedua rekannya diserang, Bripka Suwardi dan briptu Ilham langsung melakukan penembakan terhadap tersangka guna menghalau tersangka lainnya menyerang. Tembakan kedua polisi mengenai dua tersangka, Erwan dan Erwin.

“Setelah dua tersangka terkena tembakan, yang lain langsung menyebar, melarikan diri. Selain kedua tersangka yang kena, anggota turut mengamankan satu tersangka lain, Irwanto,” kata Supriadi.

Setelah kejadian, terang Supriadi, seluruh korban, baik kedua pelaku maupun dua petugas yang terluka dibawa ke rumah sakit Tebing Tinggi, guna dilakukan perawatan.

Masalah inipun sempat dianggap clear, situasi mulai kondisif. Sebelum akhirnya sekitar pukul 21.00 , datang sekelompok masyarakat berjumlah 50 sampai 70 orang dengan membawa senjata api dan senjata tajam menyerang Rumah Sakit Tebing Tinggi.

“Begitu datang mereka langsung melakukan penembakan ke arah rumah sakit yang berakibat tertembaknya dua petugas kepolisian disana, Bripda Teja dan Briptu Agus. Keduanya kena tembak dibagian kaki,” katanya.

Melihat dua petugas tadi tertembak, beberapa petugas kepolisian yang melakukan pengamanan di rumah sakit melakukan tembakan perlawanan hingga dua orang penyerang terkena tembakan.

Hingga saat ini, dua tersangka yang terkena tembakan belum terindentifikasi. Keduanya masih belum siuman.

Dari kejadian itu, petugas turut mengamankan dua pucuk senjata api rakitan, dan 15 senjata tajam. Petugas juga mengamankan sebelas penyerang lainnya yang gunakan senjata tajam.

“Untuk anggota yang terluka sudah dipindahkan ke RSUD Lubuk Linggau. Sementara tersangka masih tetap di Rumah Sakit Tebing Tinggi. Untuk menjaga suasana di Empat Lawang tetap kondusif kita juga sudah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” katanya.

“Selain itu kita juga perbantukan 63 personel Polres Lahat ke Empat Lawang, juga dari Polres Lubuk Linggau, Pagaralam, dan Musi Rawas,” katanya.(UDY)