DPRD Minta PU Bina Marga Laporkan Pembangunan Jalan

Palembang, jurnalsumatra.com – Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Hj RA Anita Noeringhati mengatakan, awalnya Komisi IV DPRD Sumsel meminta PU Bina Marga Sumsel melaporkan progres pembangunan jalan di Sumsel terkait penambahan anggaran perbaikan jalan di Sumsel.

“ Makanya di Komisi dulu belum kita setujui penambahan anggarannya , tapi pada waktu dibanggar kemarin Plt Kepala Dinas PU BM Provinsi Sumsel Dharma Budhy menyampaikan beberapa hal yang harus kita setujui anggarannya , saya sampaikan tolong  tulis, kami Komisi IV akan menyetujui penambahan anggaran PU Bina Marga Sumsel , dengan catatan selesaikan  pencairan  jembatan Musi IV,” kata Anita, Rabu (4/9/2019).

Dalam forum banggar kemarin  menurut Politisi Partai Golkar ini,  Kepala Dinas PU BM Provinsi Sumsel Dharma Budhy menyampaikan kesiapannya untuk segera membayarkan ganti rugi pembebasan lahan jembatan Musi IV tersebut.

“ Termasuk pak Sekda menyampaikan Insya Allah akan segera dilaksanakan,” katanya.

Terkait 20 persil lahan warga yang akan dibebaskan di Jembatan Musi IV masih bermasalah , menurut Anita  bayarkan yang sudah clear dan periksa lagi mana yang sudah clear karena itu adalah hak warga.

“ Kami menyetujui anggaran dengan catatan itu tadi, jembatan Musi IV segera cairkan ,” katanya.

Dan yang tahu siapa warga yang dicairkan anggaran pembebasannya pihak PU BM Sumsel dan DPRD Sumsel tidak tahu siapa saja orangnya.    .

Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya didampingi Kepala Dinas PU BM Provinsi Sumsel Dharma Budhy melakukan peninjauan dan monitoring perbaikan ruas jalan Provinsi Sumsel.

Peninjauan dilakukan mulai dari Sp Penyandingan sampai Batas OKU Timur. Lalu Batas OKI sampai Sp Kepuh ke Kurungan Nyawa, Martapura sampai dengan Sp Muara Dua.

“Peninjauan dan monitoring perbaikan jalan ini dilakukan untuk melihat progresnya dan jika masih ada kekurangan akan dianggarkan pada tahun 2020,” kata Mawardi Yahya saat usai meninjau, Selasa (3/9).

Lebih lanjut ia mengatakan, pengerjaan perbaikan jalan provinsi ini diharapkan semuanya bisa rampung pada tahun 2020 nanti.

“Saya berkeliling bersama Kadis PU BM untuk melihat lebih jauh lagi, kira-kira jalan Provinsi ini perlu dana berapa untuk tahun 2020. Karena kita akan merencanakan untuk di tahun 2020,” katanya.

Tentunya dalam pelaksanaanya sekarang progres tersebut perlu diawasi terus dan diamati sekaligus di perkirahkan berapa anggaranya kedepan yang diperlukan.

“Kenapa harus kita perkirakan, karena kalau memang dananya karena pada perencanan dua tahun yang lewat atau satu tahun yang lewat, maka sekarang bisa direncanakan penambahan. Dari penambahan itu tentunya akan dialokasi sebagian dulu dari Anggaran Belanja Tambahan ( ABT) 2019,” jelasnya.

Jika nanti memerlukan dana yang lebih lagi akan dianggarkan di tahun 2020, diharapkan semua akan selesai. Karena masih banyak Kabupaten/Kota yang masih menunggu bantuan dari Pemprov Sumsel.

“Namun kita masih menyelesaikan kewajiban ini dulu baru nanti kita bantu Kabupaten/Kota. Untuk ABT 2019 ada penambahan sebesar Rp 140 Miliar untuk jalan. Hal itu dilakukan jika ada ruas jalan yang mengalami keruskan,” katanya.

Penambahan ini dilakukan misalnya contoh dalam pelaksanaan ada kekurangan ataupun ada yang longsor sehingga ditambah. Lebih kurang Rp 140 Miliar penambahan jalan se Sumsel.

Sementara itu dalam peninjauan tersebut ruas jalan provinsi mulai Sp Penyandingan – Batas OKUT – Batas OKI – Sp. Kepuh – Kurungan Nyawa – Martapura sampai dengan Sp. Muara Dua rata-rata sudah diatas 70 persen. Tinggal hanya beberapa titik ruas jalan yang masih diperbaiki.

Dharma Budhy menambahkan, dari 1.523 Km jalan yang menjadi tangung jawab Provinsi 70 persenya dalam kondisi mantap dan 30 persenya tidak mantap, yang masih dalam proses perbaikan.(udy)