DPRD Sumsel Bentuk Pansus Perubahan Tatib

Palembang, jurnalsumatra.com –  DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menggelar paripurna XLIX dengan agenda penyusunan perubahan tata tertib DPRD Provinsi Sumsel masa persidangan ketiga tahun 2018 dilangsung diruang utama gedung DPRD Provinsi Sumsel, Rabu (03/10/2018)

Rapat paripurna dipimpin oleh Muhammad Yansuri, Plt Ketua DPRD Provinsi Sumsel dan di dampangi oleh Wakil Ketua Kartika Sandra Desi, dihadiri oleh Sekda Provinsi Sumsel, H Nasrun Umar, dan seluruh perangkat OPD di jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel. Pansus rancangan Peraturan Tatib ini sendiri diketuai oleh Fahlevi Maizano.

Plt Ketua DPRD Sumsel, M Yansuri mengatakan, rapat hari ini mendengarkan penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel, tentang perubahan tata tertib DPRD Provinsi Sumsel dilanjutkan dengan pembentukan panitia khusus (Pansus) pembahasan perubahan tata tertib DPRD Provinsi Sumsel.

“Untuk menindaklanjuti perubahan tersebut, Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel telah melakukan rapat pra pembahasan bersama dengan tenaga ahli DPRD Provinsi Sumsel pada tanggal 1 Oktober 2018, dan pada tanggal 2 Oktober 2018 melakukan rapat pembahasan bersama Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Sumsel, ” ujarnya.

Sedangkan pada rapat paripurna XLIX Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumsel melalui juru bicaranya H Rizal Kennedy menyampaikan laporan tentang perubahan tata tertib tersebut. “Esensi tujuan penyusunan peraturan DPRD Sumsel tentang tata tertib ini untuk meningkatkan kualitas, produktivitas dan kinerja DPRD dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerag serta memaksimalkan perda DPRD,” ucapnya.

Setelah di setujui oleh Anggota DPRD Sumsel yang hadir, perubahan tata tertib DPRD Provinsi Sumsel ditandatangai oleh Plt Ketua DPRD Provinsi Sumsel Muhammad Yansuri, dan selanjutnya akan di bahas oleh Pansus dari tanggal 3 Oktober hingga 12 Oktober 2018. Kemudian hasil pembahasan dan konsultasi di tingkat Pansus akan dilaporkan pada rapat paripurna pada tanggal 15 Oktober 2018 yang akan datang.

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel Ellianuddin mengatakan perubahan tatib dilakukan karena adanya PP 12 tahun 2018. Menurut Elianuddin dalam PP itu nanti akan mengatur tugas dan fungsi Komisi, Banggar serta mengatur mekanisme pengajuan pengaturan daerah.

“Kita lihat sebelumnya itukan, Komisi DPRD itu tidak begitu kuat dalam proses hak anggaran karena Banggar (Badan Anggaran) ikut campur dalam urusan anggaran OPD. Sehingga kedudukan komisi tidak ada guna, hanya lewat saja. Pembahasan anggaran OPD itu di Komisi, bukan lagi di Banggar, Banggar hanya secara umum.  Platformnya di Komisi,” kata  Elianuddin.

“Di Banggar juga nantinya akan ada perwakilan dari Komis yang bersangkutan. Sehingga jika ada perlu penambahan dalam anggaran yang dibahas akan dicatat dalam oleh perwakilan Komisi.Selama ini fraksi saja, harusnya ada perwakilan dari Komis yang duduk di Banggar, dia nanti yang akan menyampaikan hasil kerja komisi,” pungkasnya.  (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =