DPRD Sumsel Pertanyakan Kondisi Jalan Provinsi

Palembang, jurnalsumatra.com – Sejumlah infrastruktur Jalan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih banyak rusak, DPRD Sumsel menduga Anggaran infastruktur jalan Provinsi di Sumsel tahun 2019 belum berjalan.

“ Ini sudah bulan Agustus lho, kapan lagi nak ngaspal jalan dan segala macam,” kata anggota Komisi I DPRD Sumsel Elianuddin HB, Selasa (6/8).

Politisi Partai Nasdem ini mencontohkan jalan-jalan provinsi yang ada di kota Palembang menurutnya masih banyak yang belum selesai.

“ Harusnya bulan Maret sudah selesai proses tender itu, April –Mei sudah bisa diaspal jalan-jalan provinsi, kondisinya belum, seperti Jalan Palembang-Kayuagung, jalan-jalan provinsi dari  OKI ke OI, OI ke Muaraenim,  jalan lingkup OKU Timur sendiri, progresnya sangat lambat malah ada yang belum tender dan segala macam,” katanya.

 Menurut Elianuddin kalau dia ke Musi Banyuasin (Muba), ke Banyuasin, OKI , OKI, Muaraenim jalan-jalan provinsi belum tertutupi lubang-lubang di jalan.

“ Kelambatan ini harusnya  sudah bisa terbaca dan jangan sampai di bulan November-Desember, musim hujan lagi, jadi masalah lagi, harusnya masalah perbaikan jalan ini semuanya sudah beres,” katanya sembari mengatakan kalau Gubernur Sumsel tidak diimbangi dengan SDM yang bisa bergerak cepat.

Elianuddin sepakat SDM Pemprov Sumsel dan OPD perlu pembenahan  terutama eselon II, Gubernur Sumsel harus bisa memilih orang-orang yang bisa sejalan dengan  visi dan misi Gubernur.

“ Akselerasi pembangunan itu, memang membutuhkan orang-orang  yang berpikirnya secara global dan universal serta menyeluruh,” katanya.

 Elianuddin mencontohkan saat membahas di DPRD banyak OPD tidak mengerti dengan program dan kerja yang mereka ajukan sendiri.

“Kita mencari orang yang bisa bergerak cepat, terutama dalam eselon II diruang lingkup perekonomian dan pembangunan, infastruktur  itu membutuhkan orang orang yang cepat, yang mengerti dengan kecepatan berpikir yang penuh,  kalau saat ini kita sudah keteteran,” katanya.

Sebelumnya, Jalan rusak berat di beberapa ruas jalan Provinsi Sumsel khususnya di daerah OI, OKU, dan OKU Timur akhirnya mulai diperbaiki.

Tercatat, ada sebanyak 15 paket pengerjaan peningkatan jalan yang mulai dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumsel dan ditargetkan H-5 lebaran sudah tuntas.

“Ada 15 paket pengerjaan paket jalan yang rusak berat kita prioritaskan dengan menggelontorkan dana sebesar Rp364 miliar,” ungkap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBM-TR) Provinsi Sumsel, Darma Budhy, Senin (6/5) lalu.

Dijelaskan, adapun 15 paket pengerjaan peningkatan jalan tersebut yakni diantaranya peningkatan jalan SP Kepuh-Kurungan Nyawa, peningkatan jalan Kurungan Nyawa-Gumawang, peningkatan Kurungan Nyawa-Gumawang (DAK), peningkatan jalan Gumawang-Petanggan, pemeliharaan berkala BTS OKI-SP Kepuh, pemeliharaan berkala Kurungan Nyawa-Martapura, peningkatan jalan Batas Kabupaten OI-Lubuk Batang, peningkatan jalan Muara Dua-Kota Batu-Batas Provinsi Lampung.

Kemudian, peningkatan dan pelebaran jalan Sekayu-Batas Muara Enim, peningkatan jalan Tanjung Raja-SP Tambang Rambang, peningkatan jalan SP Tambang Rambang-Batas OKU, peningkatan jalan SP Sugi Rawas-Batas Lahat, peningkatan jalan Muara Siban-SP Embacang, peningkatan jalan SP Periuk-Tugumulyo-Terawas, peningkatan jalan Terawas-Taba Tinggi-Maur.

“15 paket jalan ini sudah layak nantinya untuk dilalui sebelum lebaran, memang untuk pengaspalan belum dilakukan sebelum lebaran nanti kemungkinan baru dilakukan setelah lebaran. Intinya, sebelum lebaran bisa layak dilalui saja dan tidak menyebabkan kemacetan arus mudik,” ulasnya. Saat ini, lanjut Darma Budhy progress pengerjaan sudah mencapai 10 persen untuk 15 paket pengerjaan tersebut.