DPRD Sumsel Soroti Dana Hibah Aneh Bin Ajaib

Palembang, jurnalsumatra.com –  DPRD Sumsel menyoroti dana hibah aneh bin ajaib dalam rapat banggar, Kamis (28/11/2019).

dana hibah tersebut masuk dalam RAPBD Sumsel 2020 dan ditemukan oleh badan anggaran DPRD Sumsel dalam pembahasan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sumsel, RA Anita Noeringhati, berhasil menemukan sejumlah kejanggalan dalam draf anggaran yang diajukan pemprov sumsel, salah satunya dana hibah untuk keagamaan.

Anggota banggar MF Ridho mengatakan, setelah mempelajari pihaknya menemukan beberapa keanehan dalam draf anggaran yang diajukan, terutama mengenai dana hibah.

“Dalam dana hibah yang diajukan ditemukan sejumlah  dana hibah yang diulang. Ini menyalahi permendagri. Untuk itu kami meminta dana hibah berulang yang tidak sesuai aturan, kami minta dihapus agar tidak bertentangan dengan TurN,” kata Ridho.

Pihaknya juga menemukan 4 point dana hibah untuk keagamaan yang janggal. Diantaranya dana hibah untuk Walubi, gereja, PHBI dan lainnya yang diajukan dalam proposal lebih kecil dari pada dana yang akan diberikan, lanjut Ridho

“Dalam beberapa item terbut ada dana hibah yang diajukan Rp 40 juta tapi yang disetujui sekitar Rp 200 juta. Ada pula usulan yang dalam proposalnya hanya Rp 50 juta tapi yang disetujui sampai Rp 150 juta.  Ini sebetulnya ada apa. Atau OPD memang sengaja ingin membuat jebakan betmen agar DPRD menyetujui dan nanti tersandung kasus hukum,” tukasnya.

Pernyata’an yang sama disampaikan Nopianto Anggota Banggar DPRD Sumsel lainnya. Dirinya meminta agar dana hibah yang bermasalah itu segera dihapus. Karena menurut Nopianto, sewajarnya anggaran yang disetujui itu lebih kecil dari dana yang diajukan. Misalnya nggaran yang diajukan dalam proposal Rp 50 juta, tapi setelah dilakukan pembahasan yang disetujui hanya Rp 30 juta, bukan malah lebih besar dari usulan.(yan)