DPRD Sumsel Tunggu Usulan Renovasi Stadion Jakabaring

Palembang, jurnalsumatra.com – DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  tengah menunggu usulan anggaran dari Tim Anggaran Perencanaan Daerah (TAPD) Sumsel untuk anggaran pelaksanaan Piala Dunia U-20 di stadion Gelora Sport City (GSC) Jabakaring Palembang.

“Kita bangga punya JSC dan GSC yang ternyata sudah diakui bahwa itu kelas dunia. Seperti dalam perencanaannya, untuk anggaran pelaksanaannya, kami masih menunggu usulan anggaran dari TAPD, karena ini belum membahas APBD perubahan,” kata Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati, Selasa (30/6/2020).

Menurut kader Partai Golkar ini, Sumsel memang sudah pantas untuk menjadi tuan rumah ajang Piala Dunia U-20, karena Sumsel memiliki stadion JSC dan GSC.

“Piala dunia, sepertinya memang sudah seharusnya, karena diseluruh Indonesia yang mempunyai fasilitas olah raga yang lengkap itu hanya di Sumsel,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru menyatakan, bahwa Pemprov Sumsel telah menganggarkan Rp11 Miliar untuk merenovasi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.

“Anggaran dari APBD sudah kita siapkan untuk merenovasi stadion GSJ dan stadion penunjang lainnya, seperti stadion Bumi Sriwijaya serta empat stadion latihan di komplek Jakabaring Sport City (JSC) yang akan direnovasi,” katanya usai rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (29/6).

Sedangkan, untuk membantu anggaran merenovasi serta melengkapi fasilitas lainnya, ia mengakui, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan semua perusahaan BUMN dan BUMD di Sumsel.

“Untuk merenovasi serta melengkapi fasilitas yang dibutuhkan sebagai tuan rumah nanti, kita akan menggandeng BUMN, BUMD, serta pihak swasta lainnya untuk membantu agar gelaran Piala Dunia U-20 di Palembang ini sukses,” katanya.

Selain itu, dirinya optimis jika kota Palembang nantinya akan lebih siap dibandingkan daerah lain yang menjadi tuan rumah. Seperti Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion I Wayan Dipta Gianyar (Bali).

“Saya pastikan kita lebih siap. Baik itu dari sisi fasilitas stadion, infrastruktur, dan transportasi,” katanya.

Dirinya berharap, dengan dipilihnya stadion GSJ sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20 tahun 2021 nanti dapat membangkitkan perekonomian di Sumsel. “Semua persiapan telah maksimal, bahkan untuk stadion pendukung pun telah kita siapkan untuk pesta olah raga Akbar nanti,” katanya.

Namun berbeda dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali  menyebut Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), tidak masuk dalam salah satu venue nominasi Piala Dunia U-20 2021.

Selain Jakabaring, Zainudin ,sapaan akrab Zainudin Amani, juga menilai Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, juga tidak termasuk didalam enam stadion yang sebelum pandemi Covid-19 sudah mendapat “restu” dari federasi sepak bola dunia (FIFA).

Hal tersebut ditegaskan Zainudin kepada awak media, Senin (29/6).  Menurut dia bahwa sebelum wabah Covid-19 melanda tanah air, PSSI sempat merekomendasikan enam stadion sebagai venue Piala Dunia U-20 2020.

Keenam stadion tersebut adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Manahan Solo Jawa Tengah, Stadion Bung Tomo Surabaya Jawa Timur, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali.

Menpora beda pendapat dengan PSSI. Dimana federasi sepak bola Indonesia ini sudah mengumumkan, Jumat (27/6) ,  bahwa enam stadion bakal menjadi tempat penyelenggara Piala Dunia U-20 2021. Di dalamnya termasuk Jakabaring dan Jalak Harupat.

Selain Jakabaring dan Jalak Harupat masih ada nama SUGBK Jakarta, Stadion Manahan Solo Jawa Tengah, Stadion Bung Tomo Surabaya Jawa Timur, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali.  “Karena untuk menjadi tuan rumah minimal harus memiliki empat lapangan latihan,” kata Menpora.

Lebih lanjut Menpora menambahkan dalam pelaksanaan Piala Dunia U-20 2021, tuan rumah pasang target tinggi. Selain sukses pelaksanaan adalah sukses prestasi. “Kita akan menjadi tuan rumah tentu harus sukses dalam dua hal. Pertama sukses penyelenggaraan dan kedua sukses prestasi,” katanya.

Ia menambahkan, untuk teknis penyelenggaraan akan dibentu kementrian dan lembaga terkait. Seperti Kementrian PUPR yang akan bertugas membenahi venue pertandingan. “Yang pasti kita saat ini sedang menyiapkan Tim Nasional yang di konsentrasikan oleh PSSI. Untuk pelaksanaan sendiri sedang dirancang Kepresnya oleh PSSI,” katanya.(udy)