DPT Palembang Dan OKI Janggal

Palembang, jurnalsumatracom – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Pemuda Mahasiswa Peduli Sumsel (GPPMS) kembali melakukan aksi demo di Kantor Bawaslu Sumsel, Kamis (27/4/2018). GPPMS meminta Bawaslu Sumsel melaporkan KPU Sumsel ke Gakumdu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu   (DKPP). GPPMS menilai DPT Palembang dan OKI yang banyak kejanggalan.

Koordinator Lapangan GPPMS  Edy Ginting mengatakan, pihaknya menuntut KPU Sumsel untuk membatalkan hasil pleno DPT pada 21 April lalu. Karena hasil pleno itu diduga banyak kejanggalan di beberapa kabupaten/kota. “Kita ingin Bawaslu melaporkan KPU Sumsel ke Gakumdu dan DKPP. Kita akan mengontrol dan mengawal persoalan DPT ini sampai tuntas,” ucapnya.

Edy mengungkapkan, persoalan yang paling mencolok dalam DPT Sumsel adalah DPT Palembang dan OKI. “DPT Palembang diduga ada penggelembungan, sedangkan DPT OKI ada pengurangan DPT. Kita khawatir mereka yang ada hak suaranya tidak bisa mencoblos. Atau malah sebaliknya ada suara ganda. Sehingga menjadi celah salah satu paslon bermain. Kita ingin Pilkada ini berjalan jujur dan adil,” katanya.

Edy menuturkan, pihaknya mendapat informasi kalau KPU Sumsel kembali menggelar pleno. “Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan harapan kami, jumlah DPT ini hasilnya benar-benar real. Kita akan terus pantau penetapan DPT ini. Hasilnya sudah benar atau belum,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel A Junaidi menuturkan, pihaknya merespon dengan baik apa yang disampaikan para pendemo. Mereka meminta DPT yang ditetapkan benar dan ideal.

“Kita usahakan dengan rapat pleno di KPU Sumsel. Kita dengarkan dulu. Belum tau akan dibawa ke DKPP atau tidak. Kita liat dulu saja hasil dari pleno hari ini di KPU Sumsel,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + fourteen =