Dua Gol Aboubakar Inspirasi Porto Ke 16 Besar

    Lisbon, jurnalsumatra.com – Vincent Aboubakar mengemas dua gol pada babak pertama untuk menjadi ujung tombak kemenangan 5-2 Porto atas Monaco di Stadion Dragao pada Rabu, dan mengamankan tempat mereka di fase gugur Liga Champions.
Penyerang tajam asal Kamerun itu mencetak gol ke-17nya di semua kompetisi musim ini pada pertandingan yang berlangsung tidak seimbang, di mana kedua tim sama-sama harus mengakhiri pertandingan dengan sepuluh pemain setelah pemain Porto Felipe dan pemain Monaco Rachid Ghezzal diusir keluar lapangan karena perseteruannya pada menit ke-38.
Mengetahui bahwa kemenangan akan mengamankan peringkat kedua bagi mereka di Grup G, rasa gugup Porto dengan cepat sirna ketika Aboubakar mencetak gol dengan memaksimalkan umpan terobosan Yacine Brahimi pada menit kesembilan.
Penyerang bertubuh kuat itu sedang dalam bentuk permainan yang baik, ia kembali mencetak gol pada menit ke-33 ketika ia bergerak memotong dari tepi kotak penalti dan melepaskan tembakan melewati Diego Benaglio untuk menjadi gol kelimanya di Liga Champions musim ini.

    Monaco, yang kalah dari Porto pada final 2004, diingatkan kembali tentang kekalahan 0-3 itu ketika Aboubakar beralih peran menjadi pengumpan, menyodorkan bola untuk diselesaikan Brahimi menjadi gol ketiga sebelum turun minum.
Kapten Monaco Kamil Glik mencetak satu gol balasan melalui penalti pada menit ke-61, yang didapat karena “handball” yang dilakukan Ivan Marcano, namun bek Porto asal Brazil Alex Telles melepaskan tembakan dari jarak 25 meter yang berbuah gol empat menit kemudian.
Radamel Falcao mengemas gol hiburan ke gawang bekas klubnya pada menit ke-78 sebelum Tiquinho Soares kembali mencetak gol dengan sundulan lainnya untuk tuan rumah, ketika pertandingan tinggal menyisakan dua menit.
Kemenangan ini membawa Porto mengoleksi sepuluh poin, tertinggal dari juara grup Besiktas, yang memiliki 14 poin setelah kemenangan 2-1 mereka di markas RB Leipzig memastikan tim pendatang baru asal Jerman itu terpuruk di peringkat ketiga dengan tujuh poin.
Bagi Monaco, kekalahan ini hanya mendemonstrasikan betapa jauh kejatuhan mereka sejak mereka tim muda mereka pecah setelah mencapai semifinal musim lalu.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 8 =