Dua Gol Mertens Antar Napoli Kembali Puncaki Klasemen

    Milan, jurnalsumatra.com – Sumbangan dua gol dari Dries Mertens membawa Napoli kembali memuncaki klasemen Liga Italia dengan kemenangan 3-1 atas Bologna pada Minggu, sedangkan Inter kemasukan gol pada menit terakhir di kandang SPAL untuk memperpanjang laju tanpa kemenangan mereka menjadi sembilan pertandingan.
Tim peringkat ketiga Lazio kalah 1-2 di markas AC Milan di tengah kontroversi ketika Patrick Cutrone terlihat menggunakan lengannya untuk mengemas gol pembukaan tim tuan rumah di San Siro, dan gol itu disahkan meski terdapat kehadiran sistem video tayangan ulang (VAR).
VAR menggagalkan gol penentu kemenangan di menit terakhir Crotone saat bermain melawan Cagliari, pertandingan itu berakhir imbang 1-1, dan kegagalan penyerang Luca Rigoni membuat timnya gagal mendapatkan poin saat menjamu Udinese di mana mereka kalah 0-1.
Napoli, yang sempat digeser oleh Juventus yang bermain pada Sabtu dan menang 2-0 di markas Chievo, kini memimpin klasemen dengan 57 poin dari 22 pertandingan, unggul satu poin atas klub kota Turin tersebut.
Juventus membuka selisih sepuluh poin dengan tim peringkat ketiga Lazio, sedangkan Inter tertinggal dua poin di peringkat keempat.
Napoli dikejutkan ketika Rodrigo Palacio mengambil keuntungan dari pengawalan yang buruk untuk membawa Bologna memimpin pada detik ke-25, namun mereka mampu menyamakan kedudukan ketika Ibrahima Maye yang berusaha menyapu bola malah mengemas gol bunuh diri.
Tuan rumah kemudian mendapatkan hadiah penalti yang sukses dikonversi Mertens pada menit ke-37, namun tidak ada pertanyaan mengenai gol kedua pemain Belgia itu pada menit ke-59, ketika ia bergerak memotong dan melepaskan sepakan melengkung yang masuk ke gawang lawan.
“Kami mengincar keindahan, untuk menikmati diri sendiri, dan mendapatkan kegembiraan,” kata pelatih Napoli Maurizio Sarri, yang merupakan karyawan bank sebelum menjadi pelatih. “Jika hal itu berujung kepada hasil-hasil (bagus), maka itu lebih baik. Jika saya hanya ingin bekerja, saya akan tetap berada di bank.”
Inter, yang merupakan pemuncak klasemen pada awal Desember, tergelincir lebih jauh setelah pertandingan di mana kedua gol dibukukan oleh lawan mereka.
Pemain SPAL Francesco Vicari membelokkan umpan silang Joao Cancelo menuju ke gawangnya sendiri untuk membawa Inter memimpin, dan tim tamu berada di ambang kemenangan perdana mereka di semua kompetisi sejak 3 Desember sampai tandukan Alberto Paloschi menyamakan kedudukan.

AC Milan memimpin pada menit ke-15 ketika Cutrone meneruskan tendangan bebas Hakan Calhanoglu, namun tayangan ulang televisi mengindikasikan bola mengenai lengannya. Bagaimanapun, wasit tidak meminta peninjauan terhadap insiden ini.
Adam Marusic menyamakan kedudukan lima menit kemudian, namun Giacomo Bonaventura menanduk bola masuk ke gawang lawan satu menit sebelum turun minum, untuk membawa Milan mendapatkan kemenangan beruntun ketiganya di liga.
Pelatih Lazio Simone Inzaghi mendekati Crutone pada akhir pertandingan dan bertanya apakah ia menggunakan lengannya, namun sang pemain menunjuk ke bahunya.
Sistem Var tiga kali digunakan di Crotone, pertama untuk menghadiahkan penalti kepada tuan rumah yang dikonversi oleh Marcello Trotta pada menit ke-29, dan kemudian untuk mengonfirmasi kartu merah kepada pemain Cagliari Fabio Pisacane untuk tekel larutnya.
Luca Cigarini menyamakan kedudukan untuk tim Sardinia itu melalui tendangan terakhir pada babak pertama, dan mereka bertahan sampai menit terakhir ketika Federico Ceccherini menanduk bola masuk untuk Crotone, namun wasit berubah pikiran dan tidak mengesahkan gol setelah berkonsultasi dengan monitor di tepi lapangan.
Gol Valon Behrami pada babak kedua membawa Udinese menang 1-0 di markas Genoa meski mereka dipaksa lebih banyak bertahan setelah Samir diusir keluar lapangan tidak lama setelahnya — wasit mengubah kartu dari kuning menjadi merah setelah memeriksanya dengan VAR.
Genoa semestinya dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-88 ketika umpan silang Adel Taarabt tertuju kepada Rigoni yang meneruskannya ke tiang jauh, namun bola justru tidak melewati garis gawang. Alesandro Florenzi mengeksekusi penalti yang dapat digagalkan Emiliano Viviano pada babak pertama, ketika Roma kalah 0-1 dari tamunya Sampdoria untuk memperpanjang laju tanpa kemenangan mereka menjadi enam pertandingan. Duvan Zapata mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-80.
Musim Fiorentina bertambah buruk dengan kekalahan 1-4 dari tim papan bawah Verona, dan Torino menang 3-0 atas tim juru kunci Benevento.(anjas)

Leave a Reply