Dubes: Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Rusia Baik

     Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Indonesia dan Rusia memiliki hubungan kerja sama yang baik dalam bidang pendidikan, terutama antarperguruan tinggi, kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Rusia Muhammad Wahid Supriyadi.
“Selama ini telah terjalin beberapa komitmen kerja sama antara beberapa perguruan tinggi di Indonesia dan Rusia,” katanya pada “Sosialisasi Pendidikan di Rusia” dikAMPUS  Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Jumat.
Menurut dia, kerja sama itu di antaranya koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis) yang membawahi ratusan perguruan tinggi swasta (PTS) wilayah II, III, dan IX dengan beberapa perguruan tinggi di Rusia.
Kerja sama itu dalam program beasiswa pemerintah Indonesia bagi mahasiswa, peneliti dan dosen Rusia, serta program pertukaran mahasiswa, peneliti, dan dosen.
Selain itu juga telah ditandatangani kerja sama antara Universitas Orel dengan Universitas Gunadarma, Universitas Esa Unggul, dan Kopertis, serta Russian State Social University, Rusia dan Universitas Gunadarma yang fokus pada kerja sama bidang olahraga catur.

“Rektor Universitas Ahmad Dahlan pada kunjungannya ke Moskow pada Mei 2018 juga telah menandatangani kerja sama dengan Universitas Persahabatan Antar-Bangsa (People’s Friendship University of Russia/RUDN),” katanya.
Ia mengatakan, perguruan tinggi di Rusia memiliki kualitas dan reputasi yang baik, dan Rusia merupakan negara yang maju serta memiliki keunggulan di bidang ilmu pengetahuan, riset dan teknologi.
“Pada 2016 terdapat 346 mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia, yang secara umum dibiayai dengan beasiswa parsial dari pemerintah Rusia. Indonesia juga memberikan beasiswa rutin bagi mahasiswa Rusia, yaitu program BSBI dan program Darmasiswa,” katanya.
Menurut dia, secara rutin mahasiswa/pelajar Indonesia mengikuti program pertukaran pelajar, seperti program kerja sama Universitas Indonesia dengan Lomonosov Moscow State University (MGU), program AIESEC, dan program American Field Service (AFS).
“Selain itu, Indonesia setiap tahun juga rutin mengirimkan dosen BIPA untuk mempromosikan dan mengajar Bahasa Indonesia di perguruan tinggi di Rusia,” kata Wahid.(anjas)

Leave a Reply