Dugaan Silumanisasi Renovasi Rsud Ibnu Soetowo

Baturaja, JurnalSumatra.com – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sutowo Baturaja, molor dari target yang diharapkan Agustus 2018. Namun hingga awal Tahun 2019 pembangunan masih tak kunjung terealisasi.

Mentoknya pengajuan dana talangan dari perusahaan BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang tak kunjung cair menjadi masalah utama pembangunan.

Ir. Helman Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjelaskan, molornya renovasi pembangunan RSUD Ibnu Sutowo dikarenakan dana talangan hingga saat ini belum dapat dikucurkan oleh pihak PT SMI, sebab ada beberapa persyaratan harus dilengkapi tetapi saat ini kelengkapan persyaratan sudah di penuhi dan saat ini tinggal menunggu pengucuran dana.

“kita belum bias melakukan proses pembangunan dikarenakan dana talangan yang kita harapkan belum dapat dicairkan” jelas Helman, Jumat (28/12/2018).

Penjelasan Kepala Dinas PUPR OKU berbeda dengan pengakuan Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (27/12/2018). Menurut penjelasan Zaplin dana talangan sudah tersedia sebesar Rp 58,7 miliar saat ketok palu pengesahan anggaran 2019 kemarin.

“untuk anggaran sudah tersedia, makanya kita ketok palu pada paripurna kemarin” jelas Zaplin.

Zaplin mengatakan mengenai teknis proses pembangunan mulai dari tahap lelang hingga pembangunan merupakan tugas dari bagian Komisi III, dirinya mengaku tidak mengetahui siapa yang memerintahkan pembongkaran rumah sakit sebelum dana pembangunan tersedia.

“mengenai pembongkaran salah satu gedung rumah sakit saya tidak mengetahui siapa yang memerintahkan pembongkaran, itu masalah teknis dan tanggung jawab dan tugas dari komisi III yaitu Pak Ridar “kata Zaplin

Menindaklanjuti penjelasan Ketua DPRD OKU tersebut, Media Jurnal Sumatera mengkonfirmasi pada Ketua Komisi III H.Ridar Hariyuwono, SE melalui Hand phone ke no 0811788141 karena tidak ada di Kantor Sekretariat DPR OKU, terhubung namun tidak mendapat tanggapan

Pembangunan renovasi RSUD Ibnu Sutowo dianggarkan menelan dan Rp 400 miliar dengan pembangunan tahap awal menghabiskan dana Rp 58,7 miliar. Tahap awal bakal mendirikan gedung megah untuk ruang rawat inap lima lantai dan ruang unit gawat darurat dua lantai.  Kemudian setiap tahun anggaran, pembangunannya akan diteruskan hingga seluruh gedung rampung direnovasi kenyataan hingga saat ini awal tahun 2019 pembangunan tak kunjung kejelasannya.(rad)

Leave a Reply