Duta Besar Uni Eropa Kunjungi Provinsi Papua

   Jakarta, jurnalsumatra.com – Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guérend memulai kunjungan empat hari di provinsi Papua, termasuk ke ibukota provinsi Jayapura serta ke Wamena.
Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, disebutkan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung dan memperoleh informasi mengenai perkembangan terakhir termasuk  pembangunan perekonomian, pilkada, tata kelola pemerintahan, hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan.
Kunjungan ke Papua ini merupakan yang kedua kalinya bagi Duta Besar Guérend sejak beliau ditugaskan di Indonesia pada bulan September 2015.
Duta Besar Uni Eropa dijadwalkan untuk bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan di pemerintahan daerah, perwakilan rakyat daerah dan masyarakat sipil, termasuk Pejabat Sementara Gubernur Papua Soedarmo, Kepala Kepolisian Daerah Irjen. Pol. Boy Rafli Amar, Wakil Ketua DPR Papua Fernando Tinal, serta pemerintahan daerah Wamena.
“Uni Eropa memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Kita bekerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, perubahan iklim, tata kelola pemerintahan, demokrasi dan hak asasi manusia. Banyak dari program kerja sama pembangunan Uni Eropa di Indonesia secara langsung membawa manfaat bagi provinsi Papua dan warganya, misalnya di bidang kesehatan, pendidikan, dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan perekonomian yang berkelanjutan,” kata Duta Besar Uni Eropa Guérend.
Selain berdiskusi dengan pemerintah daerah, Duta Besar Guérend akan melangsungkan pertemuan dengan masyarakat sipil, khususnya membahas lingkungan hidup dan perubahan iklim ¿ tentang bantuan yang dibutuhkan di masa depan hingga tentang peningkatan kapasitas dan advokasi.
Tahun ini, Uni Eropa berencana untuk membuka peluang mengajukan proposal untuk membantu masyarakat sipil di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal.
Uni Eropa tengah mengkaji pula dukungan untuk perlindungan Segitiga Terumbu Karang Sulu Sulawesi dan dukungan untuk produsen kelapa sawit skala kecil untuk memproduksi secara berkelanjutan.

    Selain itu, Duta Besar Uni Eropa Guérend akan mengunjungi beberapa proyek pendidikan, kesehatan dan kehutanan di Papua yang tengah maupun pernah didanai oleh Uni Eropa.
Bantuan sebesar 2,5 juta euro untuk Program ParCiMon (Participatory Monitoring by Civil Society of Land-Use Planning for Low-Emissions Development Strategy) telah berkontribusi pada pembangunan hijau berkelanjutan di Papua.
Proyek ini dilaksanakan oleh World Agroforestry Centre (ICRAF) di tiga kabupaten (Jayapura, Merauke and Jayawijaya), khususnya untuk peningkatan kapasitas masyarakat setempat dalam penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan akses pelayanan lingkungan.
Duta Besar Uni Eropa juga berencana mengunjungi rumah sakit di Wamena untuk melihat lebih jauh upaya Pemerintah dalam pelayanan kesehatan berkualitas di bidang AIDS, TBC dan Malaria.
Uni Eropa dan para Negara Anggota Uni Eropa merupakan kontributor utama bagi Dana Global untuk Melawan AIDS, TBC dan Malaria (GFATM). Dukungan dana GFATM untuk Indonesia mencapai 44 persen.
Duta Besar Guérend berkeinginan untuk mendapat masukan mengenai upaya program kesehatan provinsi dan kabupaten dalam memberikan pelayanan kesehatan secara efektif.(anjas)

Leave a Reply