Elpiji 3Kg Non Subsidi Belum Diterapkan Di Sumsel

Palembang, jurnalsumatra.com – Pertamina Region Sumbagsel memastikan belum menerapkan kebijakan gas elpiji 3 kg non subsidi di Sumsel.  Oleh sebab itu,  Pertamina menghimbau agar masyarakat tidak resah,  karena kuota gas elpiji 3 kg bersubsidi tahun ini melebihi tahun lalu yakni mencapai 198.775 mt.

Regent Manager Cmunication and CSR Sumbagsel Hermansyah Nasroen mengatakan,  pihaknya belum mendapat informasi terkait kebijakan gas elpiji 3 kg non subsidi di Sumsel.  ” Sekarang uji terbuka di Jakarta dan Surabaya. Nah,  untuk Sumsel belum diterapkan kebijakan tersebut.  Karena akan dilihat dulu hasil uji pasar di kedua provinsi tersebut, ” ujarnya ketika diwawancarai diruang kerjanya,  Kamis  (5/7/2018).

Hermansyah menjelaskan, kota gas elpiji 3 kg subsidi untuk Sumsel tahun ini mencapai  198.775 mt. Itu ada kenaikan dibandingkan kuota 2017 yakni 192.857mt.

“Kita hanya bisa menghimbau agar masyarakat yang menggunakan gas 3 kg bersubsidi ini memang yang sesuai kriteria.  Bukan rumah makan atau hotel.  Pengawasan kita sampai pangkalan, In sha Allah tidak menyimpang pendistribusiannya,” bebernya.

Untuk HET gas elpiji 3 kg subsidi,  Hermansyah,   dipangkalan berkisar Rp 14.800 sampai Rp 20.500 tergantung jarak kabupaten/kota. “Yang merasa berhak mendapatkan gas elpiji 3 kg  bersubsidi tidak usah khawatir. Sebab kuota gas 3 kg bersubsidi untuk Sumsel tahun ini malah bertambah, ” paparnya.

Menurutnya,  peredaran gas 3 kg non subsidi di Sumsel tidak akan diterapkan dalam waktu dekat.  Karena akan menunggu uji pasar di Jakarta dan Surabaya. “Dengan adanya gas 3 kg non subsidi,  maka masyarakat yang tidak berhak membeli gas 3 kg subsididapat beralih menggunakan gas 3 kg non subsidi.  Karena gas 3 kg non subsidi dilengkapi dengan duobel spidel pup.  Sehingga lebih aman digunakan, ” pungkasnya.  (yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =