Emil Teladani Nyai Aisyah Yang Berjiwa Sosial

     Jombang, jurnalsumatra.com – Bupati Trenggalek nonaktif Emil Dardak mengaku kagum dengan sosok Nyai Aisyah Hamid Baidlowi, yang terkenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi, kendati di usia sepuh tetap aktif dalam kegiatan sosial.
“Yang jelas beliau seseorang yang mengutamakan dedikasi, pengabdian dan juga konsistensi di bidang sosial dan pendidikan. Beliau banyak melintang dan sangat dikenal dedikasinya yang tinggi,” kata Emil ditemui saat takziah di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat.
Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi adalah putri kedua dari KH Wahid Hasyim. Ia adalah adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan kakak dari KH Salahuddin Wahid, KH Umar Wahid, Nyai Lily Chodijah Wahid, dan KH Hasyim Wahid. Perempuan dengan segudang prestasi dan pengabdian ini wafat di usia 78 tahun.
Almarhumah merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU periode 1995-2000. Beliau wafat pada Kamis (8/3) di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.50 WIB.
Emil mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Nyai Aisyah. Namun, dari cerita yang diungkapkan Pengasuh PP Tebuireng, Kabupaten Jombang KH Sholahudin Wahid serta dari Khofifah Indar Parawansa, beliau adalah sosok yang sangat baik.
“Bu Khofifah banyak bercerita dan saya dapat referensi bagaimana beliau adalah seseorang yang sangat berdedikasi pada kegiatan sosial. Gus Sholah juga cerita banyak sekali mengenai almarhumah,” kata dia.

Ia menilai, sosok Nyai Aisyah patut ditiru. Walaupun usianya sudah sepuh, semangat serta dedikasinya tidak pernah padam. Ia juga terinpirasi dari semangat Nyai Aisyah tersebut.
Sementara itu, jenazah Nyai Aisyah tiba di pondok pesantren tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Jenazah langsung ditempatkan di masjid Pesantren Tebuireng. Ribuan pentakziah ikut shalat jenazah.
Di sekitar pondok, karangan bunga ucapan duka cita memadati pekarangan. Ucapan duka cita datang dari berbagai tokoh masyarakat, agama, maupun dari instansi baik negeri maupun swasta. Bahkan, hingga kini karangan bunga juga masih terus berdatangan.
Sejumlah tokoh dan pejabat hadir ikut menyampaikan belasungkawa. Selain Emil yang juga calon Wakil Gubernur Jatim pendamping Khofifah Indar Paranwansa, juga hadir Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar dan sejumlah tokoh lainnya.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan setelah shalat Jumat di kompleks Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Di lokasi makam itu, juga terdapat makam suami almarhumah.
Selain mengemban jabatan Ketua Umum PP Muslimat NU, Nyai Aisyah juga pernah menduduki Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) 1990-1995, Anggota DPR RI tiga periode (1997-2009), Pengurus Dewan Pimpinan MUI (1995-2000), Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah (2000-2010), dan Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional (1999-2013).
Almarhumah wafat dalam usia 78 tahun. Sebelum wafat, Nyai Aisyah sempat mengeluh sesak nafas. Ia akhirnya dirawat di rumah sakit Mayapada Lebak Bulus sejak Minggu (4/3). Almarhumah meninggalkan lima orang anak dan 15 cucu.
Semasa hidupnya, ia juga sangat aktif berorganisasi. Jenazah sempat disemayamkan di Perum Bukit Pratama Blok A No. 9, Lebak Bulus Jakarta Selatan, lalu diterbangkan dengan pesawat untuk dimakamkan di Kabupaten Jombang.  (anjas)

Leave a Reply