Empat Dicokok Satu Buron

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Guna untuk menekan aksi pencurian dan kekerasan (Curas) diwilayah hukum Polres Lahat, kian digalakkan. Terbukti, Senin (4/6/2018), kemarin, empat dari lima tersangka perampokan terhadap pegawai koperasi yang bergerak diwilayah Kikim Selatan, Lahat, akhirnya berhasil diuangkap oleh Anggota Reskrim Polres Lahat.

Keempat pelaku itu diantaranya, Deri Fareza alias Dirut (26), Noprianto alias Nop (31), Fikri Hidaya alias Afik (33), Erik Alexander alias Erik (18), para TSK ini merupakan warga Desa Banuayu, Kecamatan Kikim Selatan, Lahat. Sedangkan, satunya berinisial M yang sampai saat ini masih diburuh keberadaan oleh Polres Lahat alias masih buron.

“Untuk pelaku yang berinisial M masih dalam pengejaran petugas. Nah, untuk keempat tersangka lainnya berhasil kita amankan. Kini, mereka semua masih diperiksa secara itensif oleh petugas, guna untuk pengembangan kasus ini kedepan,” ungkap Kapolres Lahat AKPB Robby Karya Adi SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar SIK, Senin (4/6/2018), kemarin.

Dijelaskan Ginanjar, ketika melancarkan aksinya para tersangka terkenal cukup licin. Terakhir, diketahui pelaku pencurian dengan kekerasan ini, awalnya dengan korban Sugianto Bin Abasiar warga Lahat salah satu Pegawai Koperasi. Tidak sampai disitu saja, aksi mereka kembali memakan korban Nopriandi yang merupakan warga Lahat. Kedua korban ini harus merelakan uang mereka digasak oleh komplotan ini.

“Saat melancarakan aksinya, para komplotan ini tidak segan segan melukai para korbannya. Terdata terakhir, empat dari lima TSK ini berhasil membawak kabur uang pegawai koperasi yang bernama Sugianto dan Nopriandi warga Lahat,” tambahnya.

Ditangkapnya komplotan ini, menurut Ginanjar, petugas melakukan proses penyelidikan yang cukup panjang, sampai berhasil mengungkap kasus Curas yang bisa menggeret empat dari lima pelaku. Selain telah menjebloskan para pelaku petugas juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) yakni, satu pucuk senjata api rakitan laras pendek bergagang kayu warna coklat, dua butir amunisi kaliber  3,56 mms, satu bilah senjata tajam jenis pedang sepanjang sekira 75 cm, satu pasang bodi sepeda motor merek Honda Revo warna hitam dengan lis merah.

“Selain sudah menjebloskan keempat tersangka kedalam jeruji besi. Kita juga mendapati BB berupa senjata rakitan, dua butir amunisi, pedang sepanjang 75 cm, dan satu pasang bodi SPM dengan Merk Honda Revo. Kasus ini akan terus kita dalamkan kedepannya,” janji Ginanjar.

Untuk buruhan para komplotan ini, sambungnya, mengasak pegawai koperasi atau yang sering meminjamkan uang dengan adanya pengembalian beberapa persen. “Sedangkan, untuk modus mereka ini menunggu korban hendak pulang ke Lahat usai menagih cicilan uang yang dipinjam ke para nasabah mereka. Tiba di Desa Banuayu langsung dicegat dengan ancaman senjata api dan senjata tajam oleh para tersangka. Lalu mengambil uang dan motor korban,” ujar Ginanjar. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + seventeen =