Empat Paslon Ikut Pengundian Nomor Urut

Palembang, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan empat pasangan calon akan bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan 27 Juni 2018. KPU menjadwalkan melakukan pengundian nomor urut, Selasa (13/2/2018).

Empat paslon tersebut adalah Ishak Mekki-Yudha Pratomo Mahyudin yang diusung Partai Demokrat Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang.

Kemudian, Herman Deru-Mawardi Yahya dari Partai NasDem, Partai Amanat Nasional, dan Partai Hanura.

Selanjutnya, Dodi Reza Alex- HM Giri Ramanda Kiemas  diusung Partai Golkar, PDIP, dan PKB, serta pasangan Saifuddin Aswari Rivai-Irwansyah yang diusung Partai Gerindra dan PKS.

Ketua KPU Sumsel Aspahani mengungkapkan, keempat paslon dinyatakan lolos setiap persyaratan baik administrasi maupun kesehatan. Mereka nantinya akan mengikuti tahapan kampanye yang dimulai 15 Februari 2018 sampai 22 Juni 2018.

“Semua bakal calon yang mendaftar dinyatakan lulus persyaratan,” ungkap Aspahani usai rapat pleno terbuka di KPU Sumsel, Senin (12/2).

Aspahani menuturkan, tahap selanjutnya pihaknya akan menggelar pengundian nomor urut pasangan yang akan digelar di Hotel Novotel Palembang pukul 14.00 WIB. Setiap pasangan calon tidak diperkenankan membawa banyak kendaraan bagi pendukungnya. “Setiap pasangan calon hanya boleh diiringi tiga unit mobil, tidak boleh ada sepeda motor atau konvoi, ini adalah ketetapan kami,” katanya.

Aspahani mengungkapkan, setelah dilakukan pengundian nomor urut, pihaknya akan melakukan sosialisasi nomor urut pasangan calon mulai dari Novotel, Jalan R Sukamto, Jalan Sudirman, sampai ke kantor KPU Sumsel. “Itu sosialisasi nomor urut paslon, bukan kampanye,” ucapnya.

Sementara itu, Calon Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex menuturkan, setelah penetapan calon oleh KPU Sumsel pihaknya akan mengikuti tahapan berikutnya yakni pengundian nomor urut paslon dan waktu kampanye. “Semua Nomor maknanya semua sama, yang penting bagus,” bebernya.

Ketika adanya aturan Alat Peraga Kampanye (APK) yang harus sama ukurannya, Dodi mengungkapkan, aturan KPU harus ditaati. “Mulai tanggal 15 Februari yang tidak sesuai aturan ya ditertibkan,” katanya.

Ketika diainggung soal black campaigne, Dodi mengatakan, pihaknya selalu dijelek-jelekan. Padahal semua kandidat harusnya melakukan politik secara santun. “Dak perlu menjelekkan daerah orang. Santunlah dalam berpolitik. Alhamdulilah kami tidak melakukan hal itu, bahkan kami adalah korban,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan, Calon Gubernur Saifuddin Aswari Rivai. Dia menuturkan, semua nomor bagus. “Nomor berapapun baik nomor 1,2,3 atau 4 bagus galo,” ucapnya.

Ketika disinggung soal black campaign, Aswari menuturkan, dirinya punya pengalaman ikut Pilkada di Lahat 2 kali. “Pilkada yang jujur itu yang lebih diharapkan masyarakat. Jadi kita jual program yang baik, hundari black campaign. Agar Pilkada Sumsel kondusif. Tidak ada untungnya melakukan black campaign,” katanya.

Sementara itu, Cagub Herman Deru mengungkapkan, pengundian nomo urut. Bagi pasangan HDMY nomor berapapun yang penting barokah. “Tidak ada nomor favorit,” ucapnya.

Dia menambahkan, setelah pengundian nomor urut mereka akan memanfaatkan semua pola kampanye baik berjalan berdua maupun sendiri-sendiri. “Kalau bicara potensi suara semua daerah adalah potensial semua,” katanya.

Ketika disinggung soal black campaign, Deru menuturkan, hentikan black campaign. “Kita ajak masyarakat berdemokrasi sehat. Saya pikir masyarakat bisa menilai,” tandasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + seventeen =