Enam Rumah Warga Ludes Dilahap Api Di Lhokseumawe

Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Sebanyak enam unit rumah warga mayoritas berkontruksi kayu ludes terbakar dilahap api di Gampong (Desa) Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada Kamis (11/7) malam.

  “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Dugaan sementara akibat korsleting listrik,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penangulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Jumat.

  Akibat dampak bencana kebakaran tersebut, lanjut dia, terdapat enam rumah masyarakat setempat beserta isinya berupa harta benda ludes dilalap si jago merah, karena tidak sempat diselamatkan.

  Korban yang terdampak akibat peristiwa yang terjadi pukul 21.30 WIB itu, sebanyak enam keluarga dengan 26 jiwa dan mengungsi ke meunasah atau musholla setempat serta kerabat terdekat.

  Upaya dilakukan oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe berkoordinasi dengan mengirimkan tiga unit pemadam ke lokasi untuk memadamkan api.

  Sementara dari daerah tetangga BPBD Aceh Utara telah mengirimkan dua mobil pemadam, dan turut juga perusahaan menurunkan dua unit armada pemadam masing-masing dari PT Arun serta PT Pupuk Iskandar Muda.

  “Total ada tujuh mobil pemadam kebakaran ikut memadamkan api, dan sekitar pukul 23.00 WIB api dapat dijinakkan,” katanya.

  Wardiah (45), salah satu rumahnya terbakar mengatakan, ketika peristiwa tersebut terjadi dirinya sedang tertidur lelap. Namun tiba-tiba terbangun karena mendengar suara ribut, dan melihat api sudah berada di atas rumahnya.

  “Saya sedang tidur, dan terbangun akibat suara gaduh. Ketika saya terbangun api sudah membesar, dan langsung menyelamatkan diri,” kata dia.

  Keuchik (Kepala Desa) Blang Pulo, Syeh Ahmad HB mengatkan, pihaknya sudah mendata jumlah keluarga korban kebakaran dan mengumpulkan korban di balai gampong setempat.

  Ia menerangkan, kebijakan ini dilakukan untuk mempermudah dalam memberikan bantuan masa panik, seperti makanan, pakaian, dan bantuan lain yang diperlukan.

  “Bantuan yang kita berikan ini berasal dari warga yang turut prihatin atas kejadian tersebut. Kita perkirakan kerugian dari musibah ini mencapai puluhan juwa rupiah,” katanya. (anjas)