Event Alek Anak Nagari Pacu Jawi Batal

Tanahdatar, Sumbar, Jurnalsumatra.com – Event tradisional Khas Kabupaten Tanah Datar yang dikenal dengan Alek Anak Nagari Pacu Jawi yang khusus disediakan bagi wisatawan yang hendak melancong ke Tanah Datar. Sebanyak 170 orang wisatawan asal kota Kunming, Cina batal menyaksikan event Alek Anak Nagari Pacu Jawi Tanah Datar 

Batalnya pelancong asal negeri tirai bambu ini dilakukan secara mendadak pada Senin (27/1) oleh pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Pembatalan dilakukan dengan dalih untuk menjaga situasi yang kondusif atas banyak nya penolakan warga yang khawatir dengan penyebaran virus corona.

Bupati Irdinansyah Tarmizi mengatakan, “Rencana kunjungan wisatawan negara China ini telah menimbulkan respon dari berbagai pihak disampaikan melalui telpon kepada Saya, agar tidak berkunjung ke daerah kita. Setelah mengkaji berbagai aspek dan berkoordinasi dengan pihak manajemen serta pimpinan rombongan kunjungan, mereka memamhami apa yang kita sampaikan. Karena kunjungan mereka tidak pada kondisi yang tepat yang menimbulkan keresahan pada masyarakat kita di Tanah Datar, maka dari itu diputuskan kunjungan mereka dibatalkan ke Tanah Datar,” ujar Irdinansyah.

Helmi Muna, Ketua Porwi Tanah Datar saat dimintai keterangannya terkait batalnya kunjungan wisatawan asal China itu mengatakan jika Porwi dalam hal pelaksanaan pacu jawi yang diselenggarakan khusus bagi turis asal Cina di Pariangan tidaklah terlibat secara penuh.

Hal itu terjadi, karena agent perjalanan yang mengatur sendiri pelaksanaan tersebut, dan bertolak belakang dengan apa yang dirapatkan bersama pemkab Tanah Datar pada akhir tahun 2019 lalu.

Seharusnya “bajanjang naik, batanggo turun”. Dari biro ke Porwi dulu, dan Porwi ke nagari. Seharusnya kan seperti itu. Ini agentnya yang mengatur sendiri ke nagari. Setelah bermasalah, dibawalah ke Dinas Parpora untuk diselesaikan,” kata Helmi Muna.

Ia menambahkan, meski bermasalah sejak awal, namun Porwi bersama pihak nagari akhirnya tetap memfasilitasi pacu Jawi khusus bagi turis Tiongkok itu. Hal ini dilakukan karena para turis merupakan tamu pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan informasi dari Porwi Tanah Datar pula, pada event khusus itu panitia menyediakan 14 ekor sapi atau 7 pasang sapi yang siap berlaga diarena pacuan sawah milik warga di Kenagarian Pariangan. Karena batalnya kunjungan turis, pelaksanaan pacu jawi edisi khusus pelancong Tiongkok itu juga batal dilaksanakan, meski para joki berserta sapinya telah dipersiapkan di lokasi acara.

“Ada 14 ekor sapi. Karena batal, mereka pulang. Sapi-sapi itu milik putra nagari saja, tidak ada dari kecamatan lain,” ujarnya lagi.

Selain itu, pantauan dari Awak Media  pada senin pagi (27/1/2020) di Istano Basa Pagaruyung, tim tari penyambutan juga telah bersiap untuk menyambut para tamu. Akibat batalnya kunjungan, mereka hanya tampak berfoto ria di kawasan Istano Basa Pagaruyung.(Myt)