Fahri-Fatwa Jaga Silaturahmi Meski Beda Pendapat

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan anggota DPD AM Fatwa yang sempat dikabarkan meninggal dunia pada Kamis pagi, berusaha tetap menjaga silaturahmi meskipun pernah berbeda pendapat.

“Saya ada perbedaan pendapat tentang KPK sampai beliau sangat marah. Entah mengapa hari berikutnya beliau mengirim surat meminta maaf, dan saya pun bertamu,” kata Fahri melalui pesan tertulis kepada wartawan diterima di Jakarta, Kamis.

Fahri mengenang dalam pertemuan tersebut, AM Fatwa sempat menyampaikan permintaan khusus terkait dengan masa depan politik Fahri. Mereka mendiskusikan hal itu secara santai.

Dalam pesan tertulis kepada wartawan itu, Fahri mengenang AM Fatwa sebagai legenda politik dari masa lalu karena terlibat dalam peristiwa-peristiwa politik pada masa lalu, baik Orde Lama maupun Orde Baru.

“Beliau termasuk yang dipenjara lama karena tuduhan-tuduhan politik di masa lalu. Lebih dari 12 tahun menjalani kehidupan penjara,” tuturnya.

Fahri mengaku mengenal secara dekat cita-cita dan perjuangan serta pandangan politik Fatwa. Fahri menyebut Fatwa sebagai politisi Islam yang memiliki observasi yang sangat luas pada persoalan sejarah, keislaman dan keindonesiaan.

Menurut Fahri, Fatwa seperti sisa akhir dari peninggalan politik Islam dari masa lalu. Kepergian Fatwa membuat Indonesia kehilangan orang yang pernah sangat ada di pentas politik negeri ini.

“Mudah-mudahan kita mengambil banyak contoh dari Pak Fatwa karena sesungguhnya dia merupakan politisi yang sangat senior dan meninggalkan bekas yang mendalam,” katanya.

Anggota DPD Andi Mappetahang Fatwa atau dikenal sebagai AM Fatwa meninggal dunia pada Kamis pukul 06.17 WIB.(anjas)

Leave a Reply