FCTC Warrior Jember Kampanyekan Bahaya Rokok

     Jakarta,  jurnalsumatra.com – Dua FCTC Warrior asal Jember Widya Nindy Nastiti dan Jeihany Angrilla mengampanyekan bahaya rokok dengan mementaskan Wayang FCTC bertema “Anak Indonesia Sehat Tanpa Rokok” di arena hari tanpa kendaraan di Alun-Alun Jember, Minggu (12/11).
Menurut siaran pers dari Yayasan Lentera Anak yang diterima di Jakarta, Senin, Nindy dan Jeje, panggilan akrab mereka, sengaja mengambil momentum Hari Kesehatan Nasional yang diperingati setiap 12 November untuk mementaskan Wayang FCTC (Framework Convention on Tobacco Control).
“Hari Kesehatan Nasional menjadi momentum mengajak masyarakat lebih peduli terhadap bahaya rokok. Yang sangat menakutkan dari rokok adalah bahaya laten, yaitu dampaknya baru terasa setelah merokok dalam waktu yang panjang,” kata Nindy.
Menurut Nindy, dampak bila seseorang merokok sejak dari usia anak-anak baru akan terasa dalam waktu 10 tahun hingga 15 tahun. Karena itu, bila anak usia 10 tahun sudah mulai merokok dan menjadi pecandu, maka di usia produktif akan menjadi seseorang yang sakit-sakitan.
Karena itu, melalui pementasan Wayang FCTC pada peringatan Hari Kesehatan Nasional, Nindy dan Jeje mendorong pemerintah untuk menaikkan harga rokok setinggi-tingginya dan melarang penjualan secara batangan agar tidak mudah dijangkau anak-anak.
“Seharusnya anak Indonesia dilindungi dari segala hal yang dapat merusak kesehatannya di masa depan. Bila harga rokok sangat mahal dan tidak dijual batangan, anak-anak akan berpikir panjang sebelum membeli rokok,” kata Jeje.

     Selain mementaskan wayang FCTC, Nindy dan Jeje juga membacakan Deklarasi D10M yang berisi penolakan anak-anak muda terhadap hegemoni dan menjadi target pemasaran industri rokok.
Wayang FCTC dan Deklarasi D10M merupakan bagian dari “Petualangan 365 Hari FCTC Warrior di 25 Kota. Sebelum ke Jember, Wayang FCTC dan Deklarasi D10M sudah melalui Tangerang Selatan, Bogor Bandung, Pekalongan, Semarang dan Yogyakarta.
FCTC Warrior dalam 40 anak muda dari 25 kota di Indonesia yang berkolaborasi menolak hegemoni dan menjadi target pemasaran industri rokok. Mereka merupakan peserta FCTC Youth Summit yang diadakan Yayasan Lentera Anak di Bogor pada Mei 2017 untuk mengampanyekan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di kalangan anak-anak muda.
Sejak Agustus 2017, Wayang FCTC yang merupakan simbol 40 FCTC Warrior dibawa berkeliling di 25 kota untuk mengajak lebih banyak anak muda bersuara menolak menjadi target pemasaran industri rokok.(anjas)

Leave a Reply