Finthec Aplikasi Masa Depan

Palembang, jurnalsumatra.com – Bank Indonesia adakan pelatihan kepada Wartawan Ekonomi Bisnis Sumatera Selatan (Webs) dengan materi Penerapan Kebijakan Moneter beserta Instrumennya, Penerapan Kebijakan Moneter/Fintech dan Sharing Tehnik Penulisan Berita Ekonomi dan Bisnis dari salah satu media di Jakarta bertempat di Pullman Hotel And Resorts Jl. Thamrin, Jakarta.

Setiap paparan materi menghadirkan pembicara sesuai dengan bidangnya seperti untuk Kebijakan Moneter disampaikan Huriah selaku Asisten Direktur Divisi Pengembangan Pengaturan Pengelolaan Moneter Fungsi Rupiah di Departemen Pengelolaaan Moneter dan untuk Teknologi Finthec Aplikasi yang saling berhubungan dengan Bank Indonesia dibawakan pembicara Mittachul Cholri selaku Manager Analys Financial Technology Office Payment System Policy and Supervisi Departemen sementara untuk Sharing Teknik Penulisan Berita Ekonomi dan Bisnis dibawakan oleh Pung dari salah satu media di Jakarta.

Pembicaraan yang menarik untuk disimak dalam pembahasan tentang Financial Technology (Finthec) yang mana perkembangan dan respons kebijakan Bank Indonesia, dengan menggunakan Smartphone Beggars in China now accepting donation via mobile payment and QR codes.yang latar belakang Membangun Ekonomi Digital Indonesia. Realisasi PNBP tahun 2015 sebesar Rp. 252,4 triliun, atau 93,8 persen dari target APBN-P 2015. Lebih rendahnya realisasi PNBP terutama disebabkan oleh turunnya pendapatan sumber daya alam (SDA) migas dan pertambangan mineral dan batubara.

Jumlah Pengusaha/Enterpreneur Indonesia masih sedikit hanya 1,5%, Singapura 7%, Malaysia 5%, Thailand 4,5% dan Vietnam sebesar 3,3%, sudah seharusnya Indonesia Go Digital seperti diungkapkan Jokowi dalam acara ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (SEI) Maret 2016 (sumber:www.isei.or.id).

Potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar dan penting untuk dikembangkan, hal itu ditambahkan oleh Jokowi, “Kita ingin developer kita mengejar Negara lain, Potensi digital ekonomi kita kurang lebih US$ 13 juta. Bila lima tahun ke depan berpontensi menjadi US$ 130 juta. Sebuah potensi yang besar sekali, jangan sampai diambil oleh orang lain”.

Perkembangan Finanancial Technology yang terdiri dari Technology dan Financial Services merupakan satu kesatuan Change of Business Model dan Fintech merupakan Less Barrier to Entry yang terbagi tiga, yaitu Manfaat bagi konsumen diantaranya perluasan pilihan produk, peningkatan kualitas layanan, penurunan harga. Manfaat Bagi Pelaku Bisnis yaitu Memperpendek rantai transaksi, Meningkatkan efisiensi modal dan resiliensi operasional, Meningkatkan iklusi keuangan, Memperlancar arus. Manfaat Bagi Ekonomi yaitu Mempercepat Transmisi kebijakan moneter, Meningkatkan kecepatan uang beredar dan Meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Background Root Couse (Supply & Demand Side). 36% Formal Financial Sector: No bank around, It takes time and cost to the nearest branch, Higher cost for small transaction, Low financial literacy, Culture and habit.  64% Informal Sector: Higher cost for setting up a new branch, Open a brand is regulated, Complex process, High formality, Prefer non-grass root customer dan Prefer Bigger transaction. (edchan).

Leave a Reply