Firnanda Bakal Laporkan Hakim Kekomisi Yudisial dan KPK

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Proses sidang lanjutan perkata atas dugaan penyerobotan Lahan milik Dahlian warga Desa Talang Sawah, Kecamatan Lahat Selatan VS PT Arta Prigel, Rabu (19/9/2018), kembali digelar di Pengadilan Negri (PN) Lahat, dengan Agenda pembacaan keputusan dari Majelis Hakim.

Dalam sidang kali ini, nyaris terjadi kericuhan. Lantaran, pemabacan keputusan Majelis Hakim dinilai kurang jelas. Mirisnya lagi, Hakim membatalkan surat gugatan yang dilayangkan oleh keluarga Dahlian.

Sidang dugaan penyerobotan Lahat ini, dengan Tergugat PT Arta Prigel, turut Tergugat I Pemda Lahat, turut Tergugat II Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Lahat.

Pembacaan hasil keputusan Majelis Hakim yang dipimpin Agus Pancara SH.M.Hum, Hakim Anggota I Dicky Sarifudin SH.MH dan Hakim Anggota II Maharta Noerdiansyah SH, dilaksanakan sekitar pukul 14.30 WIB di PN Lahat.

Menarik dan menggelitik, dalam keputusan sidang tersebut Hakim Ketua Agus Pancara,SH.M.Hum dan dua Hakim Anggota secara lantang menolak Gugatan yang diajukan oleh keluarga Dahlian selaku pihak Penggugat dan memenangkan pihak PT Arta Prigel selaku Tergugat.

Mendengarkan hasil keputusan Hakim Ketua Agus Pancara SH.M.Hum  tersebut teriakan ketidak puasan  dari keluarga Penggugat Dahlian langsung memecah didalam ruangan persidangan. Tak pelak, suara bising pun menyelimuti kantor PN Lahat.

Setelah, usai membacakan keputusan Hakim majelis bersama pihak PT. Artha Pregel pun langsung bergegas kabur dan meninggalkan ruang persidangan dengan pengamanan oleh petugas PN Lahat.

Sidang pembacaan hasil keputusan berlangsung lebih satu jam  menambah rasa kekecewaan keluarga Dahlian dan keluarganya, lantaran putusan hakim yang dirasakan tidak memihak kebenaran dan dikuatkan dengan fakta dipersidangan.

“Ya Allah, cakmano pak hakim apo kalian sudah disuap oleh Perusahaan. Kami tidak tinggal diam bakal kami laporke Pak Hakim dan Anggotayo. Memang kalah kami, tapi tunggu hukum Tuhan pak Hakim karena sang pencipta tidak pernah tidur dan menggetahui semua kelakuan dan perbuat Pak Hakim, ” teriak salah satu keluarga Dahlian diluar ruang sidang. Seraya menambahkan, mentang mentang kami wong kecik dan idak ngasi duit.!!!!

Sementara, Kuasa hukum Penggugat Firnanda, SH CLA menegaskan, dirinya tetap akan melaporkan Ketua Majelis Hakim baik itu, ke Komisi Yudisial dan KPK tapi itu nanti, setelah berkas salinan keputusan sidang susah diterimanya.

“Mungkin, tapi itu baru sebatas dugaan. Yang jelas, selama proses sidang gugatan Lahan yang indikasinya dicaplok oleh PT Arta Prigel ini banyak bukti bukti yang tidak bisa ditunjukkan pihak perusahaan. Sehingga, kami akan bawak masalah hasil keputusan ini kekomisi Yudisial dan KPK, ” janji Firnanda.

Untuk pembuktian hak atas kepemilikan tanah, kata Firnanda tidak pernah bisa menunjukkan dimeja persidangan. Selain itu, fakta fakta pendukung lainnya, sejak tahun 1994 Lahan yang menjadi persoalan yang dikuasai PT Arta Prigel indikasinya, tidak pernah dibayar pajaknya.

“Oleh sebab itu, dari proses sidang selama ini pihak PT Arta Prigel tidak pernah menunjukkan bukti kepemilikan. Sedangkan, fakta pendukung yang bakal kami bawak ke KPK yakni, sejak tahun 1994 pajak Lahan tersebut, disnyalir tidak pernah dibayar. Padahal itu merupakan sumber PAD Pemda Lahat dan masih banyak lagi, ” jelasnya.

Diungkapkan Firnada, dugaan kecurangan itu tercium jelas dari hasik putusan Hakim. Terus terang, kita tidak akan menyerah dan akan tetap berjuang melakukan upaya hukum selanjutnya. Sampai, benar benar kasus sengketa Lahan ini menemukan titik kejelasan.

“Kalau saya berkerja menurut aturan yang ada. Melihat fakta dan bukti pendukung lainnya. Dan untuk hasil keputusan hari ini kami selaku PH belum menerima salingan dari Majelis Hakim. Kami tidak akan menyerah begitu saja, tetap akan melanjutkan perkara ini kejengjang lebih tinggi lagi, ” ucap Firnanda.

Sangat disesalkan sifat tak bersahabat ditunjukkan Ketua Majelis Hakim dan dua Hakim Anggota usai membacakan hasil keputusan buru buru pergi meninggalkan sejumlah Wartawan yang sudah menunggu didepan Gedung PN Lahat tanpa memberikan komentar terkait hasil keputusan sidang. (Din).

Leave a Reply