FKUB Sleman Gotong-Royong Bersihkan Gereja St Lidwina

SLEMAN, Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Pasca insiden berdarah yang mengakibatkan 3 umat dan 1 pastor terluka saat melakukan ibadah misa pagi di Gereja St Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Ahad (11/2/2018) lalu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sleman — terdiri dari tokoh dan ormas keagamaan — melakukan gotong-royong bersih-bersih gereja. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi.

Ketua Gereja St Lidwina, Soekatno, menjelaskan, kegiatan gotong-royong ini diikuti 120 orang terdiri dari warga dan ormas yang ada di Kecamatan Gamping: Pemuda Muhammadiyah, NU, Aisyiyah, dan MUI.

Soekatno berharap, melalui kegiatan gotong-royong bersih-bersih ini dapat memberikan support moral pada umat yang ada di Bedog pascainsiden.

Soekatno bersama umat Gereja Lidwina sangat membuka tangan untuk menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari ormas maupun warga yang ada di Gamping untuk bersama-sama dapat menurunkan stres umat.

“Dengan adanya kebersamaan ini,  umat merasa nyaman dan menunjukkan bahwa kami tidak sendiri,” kata Soekatno.

Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyampaikan, sebagaimana yang telah diterangkan oleh Kapolda DIY bahwa pelaku penyerangan bukan warga Sleman.

Menurut Sri Purnomo, seluruh jajaran Pemeritah Kabupaten Sleman bersama warga menolak dan mengutuk aksi radikalisme tersebut. “Melalui kegiatan bersama FKUB ini kami ingin tunjukkan pada masyarakat Indonesia bahwa Sleman itu sebenarnya damai dan tertib,” kata Sri Purnomo, yang menambahkan masyarakat juga menolak aksi radikal seperti yang terjadi pada hari Minggu lalu.

Sri Purnomo mengingatkan kepada warga masyarakat, khususnya warga Sleman, untuk terus makin merapatkan barisan dan cerdas dalam memilah informasi atau berita. “Agar masyarakat tidak berspekulasi ataupun terprovokasi dengan kejadian tersebut,” tandas Sri Purnomo.

Bupati Sleman berharap kepada masyarakat untuk merapatkan barisan agar tidak mudah terpancing isu-isu yang dapat memperkeruh suasana.

Aktivitas bersih-bersih ini akan berlangsung hingga Kamis (15/2/2018). Sehingga pada Jum’at dapat digunakan kembali untuk kegiatan keagamaan.

Kegiatan bersih ini meliputi pembersihan lingkungan gereja, pengecatan ulang dinding gereja, dan perbaikan barang-barang. (Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + five =