Forikan Kota Kediri kampanye gemar makan ikan untuk cegah kekerdilan

Kediri, jurnalsumatra.com – Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Kediri, Jawa Timur mengampanyekan gemar makan ikan sebagai bagian dari pencegahan kekerdilan dan meningkatkan asupan gizi kepada anak, dengan membagikan ikan di tengah pandemi COVID-19.

  Ketua Forikan Kota Kediri Ferry Silviana di Kediri, Rabu, mengungkapkan kampanye gemar makan ikan sebagai hal positif karena dapat mendorong orang tua memberikan makanan bergizi kepada anak mereka.

  “Semoga adanya program Gemarikan ini dapat memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat Kota Kediri, agar tetap menjaga gizi keluarga untuk anak-anak dalam masa pandemi seperti ini,” katanya.

  Bunda Fey, sapaan akrabnya itu, mengatakan pada 2012 Kota Kediri mendapatkan tingkat konsumsi ikan di urutan bawah se-Provinsi Jawa Timur.

  Untuk itu, pihaknya gencar sosialisasi gemar makan ikan, sedangkan hingga 2015 peringkatnya semakin membaik.

  Bunda Fey yang juga Ketua TP PKK Kota Kediri tersebut, menambahkan berbagai upaya terus dilakukan pemkot agar meningkatkan angka konsumsi ikan, terlebih lagi pada masa pandemi COVID-19. Kandungan gizi di ikan juga baik untuk kecerdasan anak, selain mengonsumsi lauk-pauk lainnya, seperti tahu.

  Ketua Forikan Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak juga hadir dalam acara gemar makan ikan di Balai Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.

  Acara tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri.

  Arumi mengatakan Kota Kediri memang pada 2012 di urutan bawah untuk tingkat konsumsi ikan.

  Namun, ia memberikan apresiasi karena konsumsi ikan saat ini di Kediri semakin baik.

  Menurut dia, kampanye gemar makan ikan akan terus digaungkan, karena baik untuk kesehatan, terutama anak-anak..

  “Ikan dibandingkan dengan produk protein lain yang paling mudah diserap oleh tubuh. Jadi tentu akan sehat. Maka dari itu forikan sangat konsentrasi dengan (pencegahan, red.) ‘stunting’ (kekerdilan) itu sendiri. Nah karena ikan memiliki kandungan protein yang tinggi dan penyerapan yang mudah di dalam tubuh, untuk itu menjadi salah satu solusi untuk anak-anak keluar dari garis ‘stunting’,” ujar dia.

  Ia mengatakan ikan juga memiliki berbagai macam varian mulai harga murah sampai mahal. Namun, seluruh kandungan gizi di ikan tidak bisa diremehkan.

  “Anak-anak harus diberi makanan bergizi salah satunya yang mengandung protein. Kandungan protein salah satunya dapat diperoleh dari ikan dan ini juga mudah didapatkan, harganya bervariasi. Hal ini juga menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun masyarakat luas,” kata dia.

  Pada pandemi COVID-19, Forikan Jawa Timur juga lebih giat berkampanye makan ikan. COVID-19 akan menyerang imun atau daya tahan tubuh, terlebih hingga saat ini belum ada obatnya. Bahkan, vaksinnya juga belum ditemukan.

  “Ikan merupakan salah satu sumber protein yang bermanfaat. Banyak sekali ada Omega 3, ada kalsiumnya yang sangat bagus untuk lansia dan sekali lagi kemenangan protein ini sangat mudah diserap oleh tubuh ketika sudah masuk ke seluruh organ tubuh. Kalau lansia kita beri sumber protein yang sulit untuk diurai, daging dan sebagainya akan kasihan. Jadi lebih enak mencari salah satu sumber protein yang sangat mudah untuk diserap,” katanya.

  Dalam acara tersebut, juga diberikan paket untuk 150 balita dan warga kurang mampu di Kota Kediri. Isi paket berbagai macam, yakni ikan sarden, tuna kaleng, olahan ikan beku dengan total berat lima kilogram. Selain itu, tiga masker serta ikan segar, yakni nila dan gurami.

  Hadir dalam kampanye tersebut, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri Enny Endarjati, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Asri Andaryati, Sekretaris Dinas Sosial Kota Kediri Sugiarti, pengurus Forikan Kota Kediri, dan PKK Kota Kediri.(anjas)