Forum Sinergi Bumn Babel Kunjungi YPAC Pangkalpinang

    Pangkalpinang, jurnalsumatra.com – Forum Sinergi BUMN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengunjungi Yayasan YPAC Kota Pangkalpinang untuk berbagi kasih, menyerahkan bantuan, dan melihat secara langsung kondisi gedung serta para guru dan siswa di yayasan itu.
“Kami berharap dapat ikut meringankan beban operasional yayasan dan juga membantu para guru yayasan yang begitu ikhlas mendidik anak-anak berkemampaun khusus ini,” kata Ketua Forum Sinergi BUMN Kepulauan Babel, Susanna R Saragih, Selasa.
Turut hadir dalam kunjungan itu para pimpinan BUMN di Babel di antaranya Direktur SDM & Umum PT Timah Muhammad Rizki, kemudian Harry Elfitra dari PT BGR, Hari Purwanto dan Putri Nurulia Rizki (Bank Mandiri), Riza Mulyadi (LKBN Antara), Chris Setiawan (Bank BTN), Ardi (Jiwasraya), M Nurul Subekti (PT Jasa Raharja), Meta Yuristina Harahap dan Andrian Wahyudi (PT Angkasa Pura II), Arif Ampera (PT Sucofindo), Fadzri A (Airnav), dan Diego Maulana (PT PLN).
Lebih jauh Susanna Saragih mengatakan kunjungan itu bagian dari program “BUMN Hadir Untuk Negeri” yang merupakan komitmen BUMN untuk ikut meningkatkan kesejahteraan dan kualitas sumber daya manusia.
“Kunjungan ini sekaligus guna mengetahui dari dekat kondisi gedung serta para pengurus dan guru YPAC yang selama ini mendidik para siswa agar mampu mandiri dan berkarya seperti anak normal lainnya,” katanya.
Forum BUMN mengapresiasi para guru yang memiliki kesabaran luar biasa dalam mendidik anak-anak disabilitas di yayasan ini. “Butuh kesabaran dan kerendahan hati dalam mendidik anak-anak kita ini,” katanya.
Ia juga menyatakan perusahaan BUMN di daerah ini akan berupaya membantu Yayasan YPAC Pangkalpinang melalui dana CSR masing-masing, terutama untuk biaya operasional dan gaji guru. “Kami segera akan menyampaikan proposal Yayasan YPAC ini ke kantor pusat,” ujar Susanna Saragih.

     Ketua Umum Yayasan YPAC Pangkalpinang, H Andi Fikri, SH, MM mengaku sangat berterima kasih atas kunjungan Forum Sinergi BUMN Kepulauan Babel. “Kami yakin kunjungan ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan Yayasan YPAC ke depan,” katanya.
Andi menyebutkan, saat ini jumlah anak didik di yayasan yang berdiri 63 tahun lalu itu sebanyak 93 orang dan mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Yayasan sendiri hingga kini masih menempati bangunan yang dipinjam pakai dari PT Timah.
Anak-anak di yayasan dididik oleh 15 orang guru yang terdiri atas tiga orang pegawai negeri sipil dan sisanya guru yayasan. “Kita masih kekurangan guru berpendidikan khusus untuk mendidik dan mengasah keterampilan anak-anak. Idealnya kita paling tidak punya 20 orang guru,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa gaji para guru masih jauh di bawah UMP, yakni hanya Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per bulan dari UMP Kepulauan Babel yang mencapai Rp2,7 juta.
“Dalam kondisi sekarang ini kita masih sangat kekurangan, apalagi jika hendak menyetarakan gaji guru sesuai UMP. Dengan adanya kunjungan Forum Sinergi BUMN ini diharapkan dapat membantu yayasan dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di sini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 9 =