Gedung Madrasah Di Lebak Disemprot Disinfektan Cegah Corona

Lebak, jurnalsumatra.com – Gedung pendidikan madrasah di Kabupaten Lebak, Banten dilakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

  “Meski peserta pendidikan madrasah itu belajar di rumah, namun tetap dilakukan penyemprotan disinfektan,” kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Lebak Ahmad Firdaus di Lebak, Kamis.

  Penyemprotan cairan disinfektan tersebut berdasarkan Surat Edaran (SE) Kementerian Agama guna mencegah penyebaran virus corona di lingkungan pendidikan madrasah.

  Selama ini, lingkungan pendidikan madrasah di Kabupaten Lebak belum ditemukan tenaga pendidik dan kependidikan terpapar COVID-19.

  Sebab, mereka tenaga pendidik dan kependidikan tetap bekerja di madrasah, meski siswanya itu belajar di rumah.

  “Kami mengapresiasi semua tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan madrasah belum ada yang terjangkit virus corona,termasuk orang dalam pengawasan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) yang ditangani rumah sakit,” katanya menjelaskan.

  Menurut dia, penyemprotan cairan di lingkungan madrasah tersebut diperbolehkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tidak dibebankan kepada orang tua siswa.

  Penyemprotan cairan disinfektan adalah bagian komitmen Kemenag Lebak untuk mencegah penyebaran COVID-19, dimana penularan penyakit yang mematikan itu semakin meluas.

  Oleh karena itu, pihaknya meminta seluruh pengelola pendidikan madrasah di Kabupaten Lebak wajib melakukan penyemprotan disinfektan untuk mentaati peraturan pemerintah.

  Penyemprotan disinfektan itu untuk gedung madrasah jenjang pendidikan Raudhatul Athfal (RA) setara Taman Kanak-Kanak 142 unit, Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara Sekolah Dasar sebanyak 227 unit, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara Sekolah Menengah Pertama 236 unit dan Madrasah Aliyah (MA) setara Sekolah Menengah Atas 86 unit.

  “Semua gedung pendidikan madrasah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh pengelola pendidikan bersangkutan melalui dana BOS itu,” katanya menjelaskan.

  Kepala MA Wasilatul Fallah Rangkasbitung Kabupaten Lebak Dedi mengatakan bahwa lingkungan pendidikan di madrasah itu sudah dilakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19, walaupun pembelajaran di rumah melalui teknologi jaringan internet secara online.

  Penyemprotan disinfektan itu dilakukan setiap tiga hari juga disediakan tempat mencuci tangan menggunakan sabun.

  “Kami berkomitmen untuk pencegahan penyebaran COVID-19, karena membahayakan penularan penyakit itu dan bisa mematikan jika terlambat mendapat penanganan tenaga medis,” katanya.(anjas)