Gelapkan Dana Nasabah PT SMS Terancam Bui

Palembang, jurnalsumatra.com – Terdakwa RIDHO SEPTI (24), Warga Kecamatan Sematang Borang, pada hari Kamis tanggal 25/07/2019 bertempat di kediaman terdakwa, diduga telah melakukan Penggelapan dana senilai lebih kurang 8 juta rupiah. Perkara ini disidangkan Majelis Hakim Toch Simanjutak, Kamis (23/01/2020) di Pengadilan Negeri Palembang.

Terdakwa yang merupakan karyawan PT. SMS FINANCE Palembang dengan jabatan Field Collector yang bertugas melakukan penagihan terhadap konsumen yang menunggak pembayaran, selanjutnya Terdakwa mendatangi rumah saksi SAMSI SUGIONO menanyakan pembayaran angsuran bulan Juli 2019 atas angsuran satu unit Mobil truk Mitsubishi sebesar Rp. 3.348.000 dan kebetulan saksi AHMAD MASTUR (kakak saksi Samsi Sugiono) juga menitipkan uang pembayaran angsuran  satu unit mobil Innova sebesar Rp. 6.459.000 sehingga total uang yang diserahkan oleh saksi SAMSI SUGIONO sejumlah Rp. 9.807.000 kepada Terdakwa, kemudian Terdakwa memberikan struk bukti pembayaran kepada saksi SAMSI SUGIONO lalu meninggalkan rumah saksi.

Selang beberapa hari kemudian saksi SAMSI dihubungi oleh saksi MAKSAL MINA menanyakan pembayaran angsuran bulan Juli lalu dijawab oleh saksi SAMSI  bahwa telah dibayarkan kepada Terdakwa, kemudian saksi SAMSI mengirimkan foto bukti struk pembayaran angsuran tersebut.

Kemudian saksi MAKSAL MINA menemui Terdakwa untuk menanyakan uang setoran pembayaran konsumen tersebut kemudian Terdakwa menjelaskan bahwa uang tersebut telah digunakan oleh Terdakwa untuk keperluan pribadi dan berjanji akan mengembalikan uang tersebut. Kemudian Terdakwa menitipkan uang sebesar Rp. 1.500.000 kepada saksi MAKSAL, selanjutnya saksi MAKSAL menyerahkan uang Rp.1.500.000 tersebut kepada pihak kasir PT SMS Finance namun ditolak karena pembayaran tersebut tidak sesuai dengan jumlah pembayaran yang seharusnya.

Menurut keterangan para saksi, Kamis (23/01/2020) Maksal Mina Supervisor di dalam persidangan, Sudah satu setengah bulan tenggang waktu diberikan, melakukan verifikasi melalui phone Cell, dan mendatangi langsung. Dan Terdakwa membenarkan keterangan para saksi mengakui perbuatannya dihadapan majelis dan keterangan, Yulia teman sekantor, Hendy Amad Yasin.

Selanjutnya ketika dikonfirmasi ke Legal PT SMS Finance yaitu Angela Tedja SH MH bahwa terdakwa telah di berikan waktu yang sangat lama untuk memeiliki itikad baik mengembalikan uang tersebut, namun terdakwa tetap tidak melaksakanannya sehingga pihak PT SMS Finance menempuh jalur hukum pidana dgn melaporkan ke pihak kepolisian.

Dalam Dakwaan Jaksa Erwin SH MH akibat perbuatan Terdakwa tersebut PT. SMS Finance Palembang mengalami kerugian sejumlah Rp. 8.307.000. Perbuatan Terdakwa melanggar pidana pasal 374 KUHP(hen)