Gempa 4,6 SR Guncang Wilayah Sulbar

    Mamuju, jurnalsumatra.com – Gempat bumi berkekuatan 4,6 Skala Richter mengguncang sebagian wilayah Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat malam.
Gempa yang terjadi di 18 kilometer Barat Laut dari arah Kabupaten Mamasa di kedalaman 10 kilometer pada koordinat 2,81 Lintang Selatan-119,19 Bujur Timur pada Jumat malam sekitar pukul 21.09 Wita itu, sempat membuat panik warga di Kabupaten Mamuju.
Kepanikan sempat terlihat di Rumah Sakit Mitra Manakarra yang berada di Jalan Pongtiku Kabupaten Mamuju.
Para pasien dan pengunjung rumah sakit terlihat berhamburan keluar dari rumah sakit untuk mencari tempat yang aman.
Bahkan, beberapa pasien juga terlihat berupaya keluar sambil membawa selang infus.
“Kami sangat takut sebab getaran cukup kencang dan berlangsung selama beberapa menit sehingga saya terpaksa membawa keluar keluarga saya yang sedang di rawat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar salah seorang keluarga pasien saat ditemui di Rumah Sakit Mitra Manakarra, Jumat malam.
Selain pasien dan pengunjung rumah sakit, beberapa warga di Kabupaten Mamuju juga sempat mengaku panik saat merasakan terjadinya getaran akibat gempa bumi tersebut.
Sementara, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Majene BMKG Sulbar Muthiuddin, dihubungi Antara dari Mamuju, Jumat malam, membenarkan terjadinya gempa yang berpusat di wilayah Kabupaten Mamasa.

     “Pusat gempa berada di pengunungan di daerah sekitar Aralle dekat Mambi dan ke arah Tambulahan atau sekitar 18 kilometer dari arah Kota Mamasa,” ujar Muthiuddin.
Ia menyatakan, belum diketahui dampak dari gempa yang getarannya terasa hingga ke sebagian wilayah Kabupaten Mamuju itu.
Sementara itu, berdasarkan rilis, Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar Sulawesi Selatan A Fachri Radjab disebutkan bahwa episentrum dan kedalaman sumber gempa penyebab gempa itu diperkirakan akibat aktifitas Sesar Mamuju.
“Dari hasil pemodelan shakemap, getaran gempa bumi diperkirakan dirasakan pada skala I SIG (skala intensitas gempa bumi) BMKG atau setara II-III di Mamuju dan daerah sekitarnya, yang berdekatan dengan lokasi gempa bumi. Pada skala ini digambarkan getaran dirasakan oleh banyak orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar,” terangnya.
“Berdasarkan informasi masyarakat yang diterima BMKG, getaran gempa bumi dirasakan lemah sampai sedang (I SIG BMKG/II-III MMI) di Mamuju,” jelas Fachri Radjab.
Terkait gempa tersebut, ia mengimbau masyarakat khususnya yang berada di sekitar lokasi gempa bumi agar tenang dan tetap menunggu informasi dari BMKG.
Salah seorang warga Kabupaten Mamasa Patompo mengaku tidak terlalu merasakan terjadinya getaran akibat gempa yang melanda wilayah itu.
“Mungkin karena lebih dekat ke arah Mamuju sehingga kami disini (Mamasa) tidak begitu merasakan,” kata Patompo.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − four =