Gerakan #Bersihkanindonesia Dorong Pelepasan Ketergantungan Energi Fosil

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Gerakan #BersihkanIndonesia mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang berdampak buruk bagi lingkungan dan manusia.
“Pemerintah Indonesia harusnya bisa melepaskan ketergantungan diri dari energi fosil yang menjadi permasalahan pokok kedaulatan energi,” kata Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Merah Johansyah dalam acara peluncuran gerakan #BersihkanIndonesia, Jakarta Pusat, Rabu.
Gerakan #BersihkanIndonesia mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk empat hal penting, yakni melepaskan ketergantungan dari energi fosil, mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperbaiki tata kelola energi dan ketenagalistrikan yang menjunjung prinsip akuntabilitas, transparansi dan partisipasi publik, serta penegakan hukum dan transisi berkeadilan yang berperspektif pemulihan.
Emp  at poin itu juga menjadi tuntutan bagi para calon presiden dan wakil presiden dan legislatif yang akan berkompetisi di Pemilihan Umum 2019.
Dia mengatakan Gerakan #BersihkanIndonesia menantang seluruh pihak yang terlibat dalam momentum pemilihan presiden dan legislatif di 2019 untuk membicarakan masalah lingkungan hidup dan energi bukan memainkan isu suku, agama, ras dan antargolongan.
Merah menuturkan dari hulu ke hilir energi di Indonesia masih bergantung pada batu bara dan bahan bakar fosil lainnya.
Merah mengatakan penggunaan batubara membebani Indonesia dengan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dan mengancam ketahanan pangan serta menimbulkan resiko kesehatan.

   Konsesi pertambangan batu bara mengancam seperlima tanah produktif yang seharusnya mendukung agenda ketahanan pangan Indonesia. Selain itu, biaya kesehatan dampak dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang bersumber dari batubara mencapai sekitar Rp351 triliun untuk setiap tahun operasi pembangkit.
Verena Puspawardani dari Koaksi Indonesia mengatakan Indonesia membutuhkan langkah kebijakan yang serius untuk menghentikan penggunaan energi fosil dan beralih pada penggunaan energi terbarukan yang bersih pada 2025.
“Pemerintah yang terpilih pada 2019 nanti harus konsisten menjadikan energi terbarukan sebagai pilihan yang pertama dan utama dalam perencanaan ketenagalistrikan negeri ini,” kata Verena.
Gerakan #BersihkanIndonesia merupakan gerakan masyarakat sipil, aksi moral non partisipan yang ingin mengajak semua elemen yang akan berkonstestasi dan berpartisipasi di pemilihan presiden dan legislatif pada tahun 2019 untuk memperhatikan, mempertimbangkan dan mengusung visi dan misi yang sifatnya dapat mengayomi tuntutan-tuntutan yang diajukan terkait masa depan energi Indonesia.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =