GRAPU Desak Bawaslu Diskualifikasi Cik Ujang Haryanto

Palembang, jurnalsumatra.com – Gerakan Rakyat Anti Money Politik( GRAMP) melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bawaslu Sumsel Jakabaring,  Selasa (3/7/2018) Sekira pukul 14.30 WIB. Mereka mendesak Bawaslu segera menindaklanjuti dan memproses laporan kasus dugaan praktek money politik yang dilakukan pasangan Calon Cik Ujang Haryanto pada pemilukada Kabupaten Lahat tahun 2018.

Beradasarkan pantauan,  Kantor Bawaslu Sumsel dipasang kawat dan dijaga puluhan polisi.  Massa tidak boleh masuk halaman Bawaslu Sumsel dan hanya melakukan orasi di depan jalan pintu masuk.

Ketua Koordinator  Gerakan Rakyat Anti Money Politik  Khairul Anwar mengatakan,  politik uang adalah kejahatan dalam demokrasi,  karena merusak kualitas pemilu,  membuat mentalitas masyarakat menjadi koruptif dab akan melahirkan pemimpin yangvkoruptif setelah terpilih.  Berbagai aturan telah dibuat untuk menjaga agar proses emolu di Indonesia bebas dari praltek politik uang.  Dalam deklarasi kampanye damai KPU Sumsel dan KPU kabupaten/kota di Sumsel yng dilksanakan serentak pada 18 Februari 2018. Seluruh paslon peserta pemilukada 2018.juga sudah membut janji untuk melakukan kampanye tanpa hoax,  politik sara dan politik uang.

“Ternyata,  ada paslon Pemilukada Kabupaten Lahat tahun 2018  yang mengingkari janji tersebut yaitu paslon nomor 3 Cik Ujang dan Haryanto yang mana diketahui telah melakukan praktik politik uang yang terstruktur,  sistematik dan masif (TSM).  Berdasarkan laporan masyarakat dan investigasi yang kami lakukan,  paslon Cik Ujang dab Haryanto melalui tim suksesnya telah membagi amplop berisi uang dengan nominal Rp 150.000 sampai dengan Rp 200.000 kepada masyarakat diaertai ajakan agar memilih paslon nomor 3 pada pemilukada tanggal 27 Juni 2018,” ujarnya.

Khairul menjelaskan,  politik uang tersebut dilakukan secara TSM karena melibatkan tim sukses dan pengurus partai, terjadi di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lahat,  melibatkan 60 persen Kades,  60 perseb erangkat RT dan RW,  anggota Panwas Kecamatan dan Anggota KPPS di kabupaten Lahat.  “Semua data -data itu telah kami kumpuljan dan kami laporkan ke GAKUMDU dan Panwaslu Kabuaten Lahat.  Akan tetapi,  kasus ini sepertinya dibiarkan oleh Panwasly oleh petugas pengawas lapangan (PPL)  yang ada di Kabupaten Lahat, ” katanya.

Lebih lanjut Khairul menuturkan,  UU Nomor 10 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Rahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur,  Bupati,  dan Walikota dan UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, memberikan kewenangan kepada Bawaslu untuk mendiskualifikasi asangan calon kepala daerah yang terbukti melakukan pelanggaran laporan dana kampanye dan politik uang.

“Kami yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Politik Uang (GARPU),  Gerakan Rakyat Anti Money Politik (GRAMP)  dan Aliansi Kelompok Cipayung Lahat,  sangat menentang praktik politik uang yang telah dilakukan oleh paslon Cik Ujang dan Haryanto pada pemilukada Kabupaten Lahat 2018,” katanya.

Oleh sebab itu,  lanjut Khairul, pihaknya me desak Bawaslu Provinsi Sumsel untuk segera menindakanjuti dan memproses laporan kasus dugaan praktik politik uang yang dilakukan paslon Cik Ujang dan Haryanto pada pemilukada Lahat 2018. Kemudian,  pihaknya juga meminta Bawaslu Sumsel untuk memeriksa laporan,  informasi dan fakta-fakta terkait politik uang yang terjadi dalam pemilukada kabupaten Lahat.

“Bekerjalah sesui tupoksi dan kewenangan tanpa ada pengaruh dan intervensi dari pihak manapun.  Selain itu,  sesegera mungkin mengeluarkan keputusan mengenai money politik yang terjadi di Kabupaten Lahat dan me diskualifikasi  paslon nomor urut 3 Cik Ujang dan Haryanto yang telah melakukan praktik politik uang dengan cara terstrktur,  sistematis dan masif.  Bukti bukti sudah kami serahkan. Tunjukkan penjelasan anda Bawaslu.

Kalian melihat,  kalian mendengar tapi tidak ditindak. Dimana sikap independen kalian . Jangan diam, sembunyi dibawah meja.  Tanggapilah isi hati kami,” tandasnya. Hingga pukul 17.30 WIB ketua Bawaslu dan Komisioner belum ada yang menemui pendemo.  (yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =