Gubernur berharap Disdukcapil Sulsel segera rampungkan data korban bencana

Makassar, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Prof HM Nurdin Abdullah berharap jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat segera merampungkan data korban bencana sebelum tahapan inti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 9 Desember 2020..
    “Kita harap Disdukcapil mengambil langkah-langkah cepat untuk identitas masyarakat yang terdampak musibah di Sulawesi Selatan, seperti banjir di Bantaeng, Luwu Utara, dan daerah-daerah lainnya,” kata Nurdin di Makassar, Senin.

  Menurut dia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel telah meninjau langsung keadaan masyarakat yang terdampak musibah banjir, termasuk di Kabupaten Bantaeng dan Luwu Utara.

  Beberapa masalah yang ditemukan seperti  banyaknya warga terdampak bencana kehilangan identitas diri seperti KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan Kartu Keluar (KK).
    “Makanya saya bilang Catatan Sipil harus cepat mengambil langkah-langkah agar mereka segera memiliki identitas, tentunya berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat RT, RW, Desa, dan Dusun,” ujar Nurdin.

  Ia menjelaskan pendataan masyarakat yang terdampak musibah banjir tersebut dianggapnya cukup mudah. Sebab sampai saat ini, masyarakat di Masamba Kabupaten Luwu Utara masih berada di pengungsian atau rumah hunian sementara.

  “Sekarang di pengungsian lebih gampang, karena mereka semua ada di pengungsian.  Apalagi sebentar lagi Huntara (Hunian Sementara) sudah bisa dihuni. Ini juga butuh surat keterangan domisili,” jelasnya.

  Untuk itu, lanjutnya, Ketua KPU Sulsel datang melaporkan secara rutin perkembangan tahapan Pilkada kepada pemerintah Provinsi Sulsel.

  “KPU secara rutin melaporkan tahapan-tahapan yang sudah dilakukan termasuk anggaran yang kurang. Jadi saya sampaikan, penyelenggaraan Pilkada itu kita tidak boleh kekurangan anggaran, nanti apapun upayanya harus dipenuhi,” ujarnya.

  Nurdin menambahkan, pengurangan anggaran memang sebelumnya sempat dibahas melalui refocusing anggaran, namun sudah dikembalikan.(anjas)