Gubernur : Huntap Untuk Penyintas Bencana Sulteng Harus Tahan Gempa

Palu, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengemukakan hunian tetap (Huntap) yang dibangun Budha Tzu Chi untuk penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di lokasi relokasi Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu harus tahan gempa.

  “Pembangunan hunian tetap tahap kedua ini sepertinya konstruksinya berbeda dengan tahap pertama, itu ada apa Pak,” tanya Gubernur Sulteng Longki Djanggola kepada pihak Budha Tzu Chi saat meninjau progres pembangunan Huntap penyintas bencana gempa di Kelurahan Tondo, Jumat.

  Dalam keterangan tertulis Biro Humas dan Prokoler Setda Pemprov Sulteng bahwa pertanyaan itu dilontarkan oleh Gubernur saat berdialog dengan pihak Budha Tzu Chi dalam kunjungan itu. Gubernur didampingi Danrem 132/Tadulako Kol Inf Agus Sasmita selaku Kasatgas Rehap Rekon serta Asisten Administrasi Perekonomi dan Pembangunan Setda Prov Sulteng Elim Somba, Kepala BPBD Sulteng Bartholomeus Tandigala dan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulteng Moh Haris mengecek progres pembangunan hunian tetap penyintas dibangun Buddha Tzu Chi yang rencana akan diresmikan oleh Presiden RI pada bulan April 2020.

  Hunian tetap yang dibangun Buddha Tzu Chi bertempat di Kelurahan Tondo dengan luas lahan kurang lebih 45 hektare. Hunian tipe 36 itu memiliki luas bangunan 42 meter persegi dan luas tanah lebaran 15 meteri dan panjang 10 meter.

  Bagi Gubernur prinsip hunian tetap adalah bangunan harus ramah terhadap gempa dan memenuhi syarat secara teknis dari PUPR. Sehingga Gubernur berharap bilamana ada perubahan konstruksi, pihak kontraktor (PT.Pulau Intan) atau Yayasan Buddha Tzu Chi dapat memaparkan ke PUPR untuk dipertanggungjawabkan bersama.

  Terakhir Ia berharap agar 1.500 hunian tetap dapat terselesaikan sesuai jadwal agar masyarakat dapat memiliki hunian yang layak.

  Terkait dengan pertanyaan Gubernur, Perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Daniel Karjaya membenarkan ada perubahan konstruksi.

  “Untuk mempercepat pembangunan dengan menggunakan metode slab on ground yang jauh lebih mahal dengan cara kerja lebih mudah,” jawab Daniel terhadap pertanyaan Gubernur.

  Ia pun berjanji untuk segera menindaklanjuti harapan-harapan gubernur dan akan memaparkan perubahan konstruksi ke PUPR.

 Ia menuturkan bahwa dari target 1.500 hunian tetap, yang telah rampung berjumlah sebanyak 276 hunian, 696 hunian tahap on progress, sisanya 528 hunian dalam tahap penggarapan oleh tim.

  Sementara untuk jaringan listrik di lokasi Huntap sudah ada, namun belum masuk ke rumah.

  Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah Ferdinand Kana menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan air minum untuk memenuhi kebutuhan calon penghuni.

  Ia pun melaporkan kepada gubernur terkait permintaan Wali Kota Palu untuk pembangunan drainase di kawasan hunian tetap tersebut.

  “Surat resmi dari Pak Wali kita tunggu, karena dasar surat Pak Wali dengan semua data-data pendukung itu kami akan minta BPKB audit, hasilnya seperti apa, saya laksanakan atas ijin pimpinan,” sebutnya. (anjas)