Gubernur : Jusuf Kalla Tokoh Pemersatu Islam

        Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo menyatakan bahwa Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla adalah tokoh pemersatu umat Islam.
“Saya percaya pada Bapak Jusuf Kalla pada kapasitasnya sebagai tokoh pemersatu umat Islam. Bahkan nanti jika Pak Yusuf Kalla tidak lagi sebagai Wapres, saya yakin beliau tetap menjadi tokoh bangsa yang mempersatukan bangsa Indonesia,” ujarnya saat mendampingi wapres membuka Rapat Kerja Nasional Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) di Bandarlampung, Sabtu.
Ia menyebutkan, bahwa Lampung adalah Provinsi yang terdiri dari multi etnis. Suku Lampung sendiri justru lebih sedikit jumlahnya dibanding dengan suku atau etnis lainnya dari luar Lampung.
Namun, lanjutnya dalam tiga tahun lebih masa kepemimpinannya dapat dipastikan hampir tidak ada gesekan bahkan berjalan kondusif dan aman.
Bahkan atas hal tersebut, ia menyebutkan Pemerintah Lampung mendapatkan penghargaan terbaik tingkat nasional dalam penanganan konflik sosial
Lampung terdiri atas multi etnis, namun demikian alhamdulillah sampai saat ini kita hampir tidak pernah ada gesekan yang menyangkut suku, agama, akidah, dan lain sebagainya. Umat Islam di Lampung semoga dapat menjadi contoh dalam merangkul semua kalangan. Untuk itu saya berharap Perti juga dapat berkontribusi bersama-sama masyarakat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di Lampung, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ridho juga mengucapkan selamat datang kepada peserta Rakernas dari 27 povinsi yang hadir. Ia menyatakan bahwa suatu kebanggan Tarbiyah-Perti dapat melaksanakan Rakernas di Lampung.
“Dulu Lampung sempat mendapat predikat yang kurang baik, tapi alhamdulillah sekarang kondisinya sudah berjalan kondusif dan aman.
Bahkan dipercaya oleh berbagai organisasi dan lembaga untuk menjadi tempat berlangsungnya kegiatan-kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Hal ini tentu samakin menguatkan dan meyakinkan masyarakat luas bahwa Lampung saat ini sudah sangat aman dan kondusif,” pungkasnya.
Ketua Umum Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Basri Bermanda  menyatakan bahwa Perti sebagai organisasi massa Islam nasional, saat ini menaungi 725 Madrasah Tarbiyah Islamiah (MTI).
Organisasi ini didirikan di suatu pesantren terkenal di Candung, dekat Bukittinggi, pada 20 Mei 1930 dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah.
Kemudian organisasi ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga mencapai Kalimantan dan Sulawesi. (anjas)

Leave a Reply