Gubernur: Pembangunan Berkeadilan Jawab Tantangan Di Jatim

    Surabaya, jurnalsumatra.com – Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan pembangunan yang berkeadilan merupakan solusi untuk mengatasi tantangan di wilayahnya dan menjadi fokus perhatian bagi pemerintahannya.
“Strategi operasional pembangunan berkeadilan di Jatim berbeda pemikiran dengan neoliberal karena menggunakan ‘middle way policy’ yang merupakan khas Jatim,” ujarnya di Surabaya, Selasa.
Ke depan, kata dia, Jatim memiliki dua tantangan yang harus dihadapi yakni bonus demografi dan “middle income trap” sehingga sangat diperlukan pendekatan berkeadilan sebagai langkah konkret.
Sejumlah langkah konkret dalam menerapkan konsep pembangunan berkeadilan di antaranya dengan peduli pada UMKM, pemberian suku bunga murah dan tidak mengenakan pajak pada pengusaha kecil.
Menurut dia, industri kecil atau UMKM harus dibantu sebab kontribusinya terhadap PDRB cukup besar, dan setiap tahunnya mengalami peningkatan 9,5 persen.

     Bahkan, lanjut dia, negara-negara yang tergabung dalam G-20 memberikan solusi untuk membantu SME dalam era pasar yang liberal seperti saat ini.
Selain itu, orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut menjelaskan bahwa suku bunga murah ditujukan agar produksi UMKM menjadi lebih efisien sehingga dapat bersaing dengan perusahaan besar yang juga efisien karena menggunakan mesin.
“Yang diefisienkan adalah produknya, bukan tenaga kerjanya. Karena 87 persen tenaga kerja di Jatim bekerja pada sektor UMKM,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya.
Gubernur juga mengingatkan dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan harus menggunakan pendekatan dengan mengajak bicara masyarakat atau partisipatoris.
“Yang kecil jangan diliberalkan. Mereka harus dideliberalisasikan untuk diajak bicara, sebab nilai kebaikan tidak bisa dikuantifikasi,” kata birokrasi yang juga seorang politikus tersebut.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + 1 =