Gubernur: Semangat Sumpah Pemuda Pertahankan Zero Konflik

    Palembang, jurnalsumatra.com – Gubernur Sumateta Selatan Alex Nurdin menyatakan semangat sumpah pemuda yang diperingati pada setiap 28 Oktober mempertahankan kondisi wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota terbebas dari konflik sosial atau “Zero Konflik”.
Semangat persatuan dalam kebhinekaan yang bisa terus dikobarkan oleh pemuda, mahasiwa dan semua lapisan masyarakat menjaga wilayah provinsi ini tetap kondusif dan masyarakatnya hidup damai, kata Gubernur Sumsel dalam Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi dan Sivitas Akademika  Melawan Radikalisme se-Sumatera Selatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Palembang, Sabtu.
Dalam acara yang dihadiri Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu, gubernur mengajak pemuda, mahasiwa, sivitas akademika, dan masyarakat untuk mengantisipasi masuknya paham radikalisme yang dapat memicu terjadiinya konflik.
Dengan semangat kebersamaan, bisa mencegah paham radikalisme tumbuh dan berkembang merusak kedamaian serta keamanan yang telah terpelihara dengan baik selama ini.
Konflik sosial harus dicegah bersama, dalam kondisi keamanan dan ketertiban masyrakat yang kondusif sekarang ini banyak memberikan keuntungan seperti ditunjuknya Kota Palembang yang merupakan Ibu kota Provinsi Sumsel sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bersama Jakarta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Sumsel dan aparat keamanan yang telah bersama-sama menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif dan Zero Konflik dapat dipertahankan sampai kapanpun,” ujar Gubernur Alex.
Sementara Menhub Budi Karya menyempatkan diri menghadiri aksi kebangsaan bersama ribuan mahasiswa dan sivitas akademika perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sumatera Selatan, di Griya Agung Palembang, Sabtu.

    Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi dan Sivitas Akademika  Melawan Radikalisme se-Sumatera Selatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda diawali dengan pernyataan sikap dan orasi kebhinekaan oleh perwakilan dosen dan mahasiwa dari berbagai daerah di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu disaksikan Gubernur Sumsel Alex Nurdin dan Kapolda Irjen Pol Zulkarnain.
Menteri Perhubungan Budi Karya pada kesempatan itu mengatakan acara yang digelar di Palembang ini juga dilakukan di daerah lain.
Secara nasional dilakukan orasi kebhinekaan ribuan guru besar/profesor, doktor, dan magister pimpinan perguruan tinggi.
Selain itu juga dilakukan deklarasi kebangsaan oleh 4,5 juta mahasiswa dari 3.000 lebih perguruan tinggi di 350 kabupaten/kota di 34 provinsi termasuk Sumsel, katanya.
Menurut dia, radikalisme perlu dilawan bersama-sama, jangan biarkan berkembang di negara yang cinta damai dan menjunjung tinggi kebhinekaan dan nilai-nilai Pancasila.
Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sekarang perlu dipelihara bersama dan jangan sampai dirusak oleh kelompok-kelompok yang mengembagkan paham dan gerakan radikalisme.
Khusus di Sumatera Selatan yang dikenal sebagai daerah yang sangat aman atau “Zero Konflik” perlu dipertahankan sehingga program pembangunan bisa berjalan dengan baik serta masyarakatnya hidup damai dan sejahtera, kata Menhub.(anjas)

Leave a Reply