Gubernur Sulsel tegaskan soal kelanjutan pembangun Masjid 99 Kubah

Makassar, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulsel M. Nurdin Abdullah menegaskan tentang rencananya untuk melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah di Kawasan CPI Makassar.

  “Berdosa saya jika tidak melanjutkan pembangunan masjid (Masjid 99 Kubah, red.),” kata dia di Makassar, Selasa (11/8).

  Ia mengatakan tentang kewajiban pemerintahanya di daerah itu melanjutkan pembangunan rumah ibadah itu hingga selesai dan memberikan kenyamanan bagi umat Islam untuk beribadah.

  Pernyataan Gubernur Nurdin Abdullah itu menanggapi aktivitas Kaukus Masjid 99 Kuba yang mengundang masyarakat untuk Shalat Jumat pekan lalu.

  “Hanya di Makassar ada undangan Shalat Jumat,” katanya pada acara penandatanganan nota kesepahaman antara Dinas PTSP dan Unhas tentang Izin Penelitian Daring.

  Ia mengatakan uji material terhadap Masjid 99 Kuba sudah dilakukan. Berdasarkan hasil uji material itu, banyak yang akan diubah.

  “Ada pakai alkopan. Kalau pakai alkopan kan hanya bertahan dua sampai tiga tahun. Kita mau masjid ini melegenda,” ujarnya.

  Oleh karena itu, kata dia, pembangunan masjid itu harus memakai bahan yang tahan lama.

  “Ini ‘legacy’ (warisan) kita,” katanya.

  Nurdin Abdullah mengatakan membangun Masjid 99 Kubah tidak dengan cara mencicil.

  “Jangan tahun ini 10 (miliar rupiah, red.), tahun depan 10. Saya mau tuntas satu kali anggaran,” jelasnya.

  Oleh karena itu, Nurdin Abdullah menugaskan kepada Kepala Dinas PUPR Sulsel Rudy Djamaluddin untuk menghitung baik-baik total tambahan anggaran untuk merampungkan pembangunan Masjid 99 Kubah.

  Bupati Bantaeng Periode 2008-2018 itu, mengatakan untuk melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah masih butuh anggaran Rp72 miliar. Total anggaran yang sudah digunakan sebanyak Rp134 miliar.(anjas)