Gubernur Sulteng Minta CPNS Hindari Hal Haram

   Palu, jurnalsumatra.com – Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengingatkan para calon pegawai negari sipil (CPNS) untuk menghindari tindakan-tindakan yang haram karena akan merusak dan menghambat perjalanan karier sebagai seorang PNS.
“Saya minta adik-adik CPNS untuk tidak melakukan praktek haram seperti korupsi, pungli, suap dan narkoba,” katanya dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Admistrasi Umum dan Organisasi Pemprov Sulteng, Mulyono pada acara pembekalan orientasi CPNS di jajaran Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemnehumham) Sulteng di Palu, Senin.
Untuk menjadi seorang pemimpin, kata gubernur, ada empat hal yang perlu mendapat perhatian serius antara lain menyangkut kualitas diri yang terus menerus harus ditingkatkan.
Berikutnya adalah bertanggung jawab dalam menjalankan tuga-tugas, disiplin dan profesional.
“Kalau empat hal ini dipegang teguh, maka kelak bisa menjadi seorang pemimpin,” katanya.
Bisa jadi ada di antara kalian ini yang menjadi Kakanwil Kemenhumham di Provinsi Sulteng atau di daerah lainnya. Tapi sebaliknya, jika empat hal ini tidak dipegang, maka tidak akan mungkin bisa menjadi seorang pemimpin, katanya.

Karena itu, gubernur berpesan kepada para CPNS di jajaran Kemenhumham Sulteng untuk tidak menyentuh yang namanya perbuatan haram seperti korupsi, suap,pungli dan narkoba karena seorang PNS yang terlibat korupsi  bisa langsung dipecat.
Gubernur juga mengatakan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai CPNS di lingkungan Kemenhumham Provinsi Sulteng otomatis membawa konsekwensi moral bagi saudara untuk memikul beban, tanggung jawab dan kewajiban yang tidak ringan.
Sebab menjadi aparatur negara di era milenial ini membutuhkan sikap mental yang berorientasi pada kinerja dan semangat pelayanan serta ditambah dengan kapasitas keilmuan dan keterampilan kerja yang memadai.
Oleh karena itu, perubahan pola pikir dan tindakan yang positif adalah hal yang utama harus segera dilakukan agar tidak mengecewakan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Gubernur berharap melalui kegiatan orientasi  ini, kiranya seluruh CPNS dapat sungguh-sungguh mengikuti dan mencermati setiap materi pembekalan yang disampaikan para narasumber.
Pembekalan ini tentu sangatlah penting bagi setiap CPNS dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Jumlah CPNS yang menerima SK pengangkatan di lingkungan Kemenhumham Provinsi Sulteng sebanyak 271 orang terdiri atas formasi untuk penjaga tahanan, formasi S1 untuk pemeriksaan keimigrasian, formasi S1 pembimbing kemasyarakatan dan formasi S1 keperawatan.
Orientasi akan berlangsung dari 22 Januari s/d 3 Februari 2018.(anjas)

Leave a Reply